TeknologiTerkiniUmum

Waspada!,Aplikasi Edit Foto Facestealer Mengandung Malware Pencuri Password

Aplikasi Edit Foto Facestealer baru-baru ini sedang hangat di bicarakan pasalnya aplikasi ini di duga Mengandung Malware Pencuri Password  Google telah menghapus aplikasi yang sudah diunduh 100 ribu kali dari Play Store, setelah peneliti keamanan memperingatkan aplikasi tersebut dapat mencuri password Facebook penggunanya.

Dilansir dari ZDNet, Rabu (23/3/2022), periset di perusahaan keamanan seluler Prancis, Pradeo, mengatakan bahwa aplikasi itu menyematkan malware trojan Android yang dikenal sebagai “Facestealer.

Malware ini, menipu korban untuk mengetikkan kredensial Facebook mereka di halaman web palsu yang mengirimkan datanya ke server peretas, kebetulan merupakan domain terdaftar di Rusia.

Jika pengguna menambahkan kredensial mereka, pembuat aplikasi kemudian memiliki akses penuh ke akun Facebook korban, termasuk informasi pembayaran, seperti detail kartu kredit, serta percakapan dan pencarian pengguna, menurut Pradeo.

“Ini meniru perilaku aplikasi pengeditan foto populer yang sah. Faktanya, itu telah disuntikkan dengan sepotong kecil kode yang dengan mudah menyelinap di bawah radar penjagaan toko aplikasi,” kata Pradeo dalam sebuah posting blog.

Aplikasi yang dimaksud adalah Craftsart Cartoon Photo Tools, disebut-sebut sebagai alat yang memungkinkan orang “mengubah tampilan menakjubkan dari kamera asli menjadi lukisan dan kartun” menggunakan kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin yang canggih.

Namun, pengguna Android sendiri tampaknya telah mendeteksi masalah pada aplikasi itu, memvalidasi gagasan jika pengguna harus selalu membaca ulasan sebelum menginstal aplikasi.

Setelah pengguna membuka aplikasi edit foto palsu itu, lalu diarakahkan untuk membuka halaman login Facebook yang mengharuskan pengguna untuk masuk sebelum mereka dapat menggunakan aplikasi. Kredensial kemudian dikirim ke server pemilik aplikasi.

Google mendorong pengguna Android untuk hanya menginstal aplikasi dari toko aplikasinya. Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa aplikasi berbahaya dapat masuk ke Google Play store.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button