Terkini

Warisan Utang Jokowi: Tantangan Besar bagi Pemerintahan Prabowo-Gibran

Kalasela.id– Pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo-Gibran, tidak hanya akan mewarisi kursi kekuasaan dari pemerintahan Jokowi, tetapi juga sebuah warisan berupa utang publik yang mencapai Rp800 triliun yang akan jatuh tempo pada tahun mendatang. Meskipun memiliki segudang program yang telah ia janjikan, Prabowo harus segera menghadapi kenyataan bahwa mengelola keuangan negara akan menjadi tugas yang tidak mudah.

Tantangan Besar di Tahun Pertama Pemerintahan

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, utang pemerintah pusat yang jatuh tempo pada tahun pertama pemerintahan Prabowo mencapai angka mencengangkan tersebut. Penarikan utang besar-besaran pada masa pandemi COVID-19 adalah salah satu penyebab utama dari besarnya jumlah utang yang akan jatuh tempo. Di tengah penurunan penerimaan negara sebesar 19% akibat stagnasi ekonomi, pemerintah terpaksa melakukan penarikan utang yang signifikan untuk memenuhi kebutuhan tambahan anggaran.

Namun, risiko dari profil utang yang tinggi pada tahun 2025 sebenarnya cukup kecil jika keuangan negara tetap terkelola dengan baik. Meskipun demikian, peningkatan beban utang ini menjadi perhatian serius, terutama mengingat belanja pembayaran bunga utang pemerintah terus meningkat, mencapai Rp497,3 triliun pada tahun ini, naik 13,06% dibandingkan tahun sebelumnya.

Keterbatasan Ruang Fiskal

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dolfie Othniel Frederic Palit, menyampaikan kekhawatirannya terhadap peningkatan belanja utang pemerintah pada tahun 2025. Dengan anggaran belanja negara sekitar Rp3.500 triliun, belanja untuk membayar utang saja sudah mencapai angka Rp782 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa ruang fiskal pemerintah akan semakin terbatas untuk melakukan manuver kebijakan dalam menghadapi kondisi ekonomi yang tak menentu.

Strategi Meningkatkan Pendapatan Negara

Benedictus Raksaka Mahi, Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi dan Kebijakan Publik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), menyoroti pentingnya peningkatan pendapatan negara untuk meluaskan ruang fiskal. Strategi seperti Pembaruan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (PSIAP) dan peningkatan basis pajak menjadi kunci bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas keuangan.

Meskipun demikian, pemerintah tetap memastikan bahwa rasio utang pemerintah masih berada di bawah batas aman 60% dari PDB, sesuai dengan UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara. Namun, dengan belanja pembayaran bunga utang yang terus meningkat dalam lima tahun terakhir, langkah-langkah strategis dalam pengelolaan utang menjadi semakin penting.

Dalam menghadapi tantangan ini, pemerintah perlu tidak hanya mengoptimalkan pendapatan negara, tetapi juga meningkatkan efisiensi pengelolaan utang serta belanja pemerintah. Langkah-langkah ini akan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keuangan negara dan memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global yang tidak pasti.

Tantangan besar menanti di tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran. Dapatkah mereka mengatasinya dengan baik? Ataukah warisan utang dari Presiden Jokowi akan menjadi beban yang berat bagi mereka?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kalasela/public_html/wp-includes/functions.php on line 5427

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kalasela/public_html/wp-includes/functions.php on line 5427