Baru TahuTerkini

Tembakau dan Sejarahnya

Tembakau pertama kali digunakan oleh suku Indian, penduduk Amerika asli sekira tahun 6000 SM sebagai pelengkap dalam ritual keagamaan. Pada tahun tersebut, tembakau juga dipercaya memiliki khasiat obat yang mampu mengatasi berbagai permasalahan seperi membalut luka, mengurangi rasa sakit, mengatasi sakit gigi, dan mencegah bau mulut. Tahun 1492 untuk pertama kalinya, suku Indian mmeberikan hadiah daun tembakau kering kepada Christoper Colombus.

Budidaya tembakau di Eropa dimulai pada abad ke-15 oleh para pelaut Portugis untuk mencukupi kebutuhan tembakau mereka dan digunakan pula sebagai hadiah. Di pertengahan abad tersebut, tembakau mulai menjadi komoditas yang mulai dicari dan diperdagangkan di Eropa dan Amerika. Tanaman yang dikenal dengan nama Nicotania tabacum tersebut merupakan kelompok dari nightside beracun. Aroma tembakau yang dianggap memiliki kekuatan “magis” dalam dunia medis pada zaman itu membuat “zat racun” yang terkandung didalamnya terlupakan. Bahkan, Nicolas Monardes seorang dokter dari Eropa menulis buku yang memuat khasiat dari tembakau yang mampu mengatasi 36 penyakit. Buku tersebut ditulis pada tahun 1571. Thomas Harriet yang dikenal sebagai seorang Virginian memperkenalkan sebuah cara baru untuk memenuhi kebutuhan harian tembakau, yakni dengan merokok tembakau di tahub 1588. Sayangnya, Harriet meninggal karena kanker hidung.

Selama tahun 1600-an rokok memiliki nilai tukar setara dengan emas, dalam hal ini rokok menjadi cukup berarti. Merokok sudah menjadi kebiasaan buruk yang sulit untuk dihentikan, hal tersebut disampaikan oleh Sir Francis Bacon di tahun 1610 dalam catatannya. Setelah Mayflower tiba di Plymouth Rock, tepatnya di tahun 1632 merokok di tempat umum di Massachusetts menjadi hal illegal karena melanggar moral.

P. Lorillard adalah sebuah perusahaan produsen tembakau tertua di Amaerika Serikat. Perusahaan tersebut berada di New York City didirikan oleh Pierre Lorillard pada tahun 1760. Tembakau menjadi jaminan pinjaman Amerika dari Prancis untuk membiayai perang revolusi yang terjadi di tahun 1776. Selama bertahun-tahun ilmuwan melakukan berbagai penelitian atas bahan kimia dari tembakau dan bagaiman efek yang ditimbulkan. Bentuk murni dari nikotin akhirnya dapat ditemukan di sekira tahun 1826 dan ilmuwan menyimpulkan bahwa nikotin adalah zat beracun yang berbahaya. Sepuluh tahun setelahnya, New Englander Samuel Green mengumumkan bahwa tembakau dapat membunuh manusia karena mengandung racun dan insektisida.

Beberapa perusahaan rokok yang didirikan di antaranya adalah Phillip Morris tahun 1847 yang menjual rokok linting dari Turki, JE Liggett and Brother didirikan di St. Louis setelah tahun1849. Rokok menjadi populer di Inggris setelah tentara dari Rusia dan Turki membawanya kembali ke negara tersebut. Sisa-sisa dari tembakau kunyah di Amerika Serikat diolah dan diproduksi menjadi rokok. Kepopuler tembakau kunyah terjadi pada tahun 1875 yang diproduksi oleh Reynolds Tobacco Company atau yang lebih dikenal dengan Reynolds Wrap Aluminium Foil.

Phillip Morris mendirikan kantor pusatnya di New York guna memasarkan produknya dengan merk terbaru bernama Marlboro di tahun 1902 yang terkenal hingga saat ini. Peningkatan permintaan rokok yang cukup besar membuat RJ Reynolds memutuskan untuk mengeluarkan produk rokok terbarunya bernama Camel di tahun 1913. Perang Dunia I di sekira tahun 1914 sampai 1918 menyebabkan pemakaian rokok semakin meledak dengan adanya sebuah julukan rokok sebagai “asap tentara”.

Terjadi persaingan antar perusahaan rokok yang cukup besar, hal ini disebabkan oleh Camel yang menguasi pasar Amerika sebesar 45% pada tahun 1923. Tak mau kalah, Phillip Morris membuat gebrakan baru dengan menjual Marlboro sebagai rokok yang dapat dikonsumsi bagi perempuan dengan gaya “Mild as May”. America Tobacco Company ikut serta meramaikan pasar rokok di Amerika Serikat dengan meluncurkan produk Lucky Strike sebagai rokok perempuan dan berhasil meraih 38% pasar. Akibat dari persaingan pasar tersebut membuat aktivitas merokok dikalangan remaja putri meningkat tiga kali lipat dalam satu decade (1925-1935).

Ancaman kesehatan akibat kebiasaan merokok mulai dipublikasikan pada tahun 1964. Pemerintah ikut andil dalam penanganan aturan iklan dan penjualan rokok. Pemerintah Inggris juga mengambil langkah tegas untuk tidak menyiarkan iklan rokok dalam tayangan televisi. Peringatan mengenai bahaya merokok mulai bermunculan pada bungkus rokok sejak tahun 1966.

Rokok menjadi zat berbahaya bagi perempuan, hal tersebut dibuktikan dengan adanya temuan di tahun 1985 yang menerangkan bahwa kanker paru-paru menjadi pembunuh wanita nomor satu mengalahkan kanker payudara. Pengidap kanker paru-paru akibat rokok tidak hanya terjadi pada perokok aktif saja tetapi berkemungkinan pula pada perokok pasif.

Seperti yang telah tertulis pada bungkus rokok saat ini bahwa “merokok membunuhmu” adalah sebagai peringatan keras untuk mengurangi kegiatan merokok. Namun, bukannya menjadi larangan hal tersebut justru menjadi sebuah “imbauan” untuk terus merokok. Peristiwa tersebut dipengaruhi oleh adanya pengaruh psikologis yang diturunkan oleh generasi zaman dahulu yang memiliki kebiasaan merokok, selain itu kandungan dalam sebatang rokok juga memiliki suat zat yang membuat seseorang “kecanduan” dan sulit untuk menghentikan kebiasaan merokok.

 

Sumber:

https://tobaccofreelife.org/tobacco/tobacco-history/

https://academic.udayton.edu/health/syllabi/tobacco/history.htm

https://www.swedish.org/classes-and-resources/smoking-cessation/history-of-tobacco-use-in-america

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button