RembangRembang Hari Ini

Tekan Penyakit Gagal Tumbuh Anak, Perlu Kolaborasi Berbagai Pihak

Rembang,kalasela.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang terus berupaya menekan kasus penyakit gagal tumbuh kembang pada anak atau stunting. Pasalnya stunting menjadi momok bagi kemajuan bangsa Indonesia nantinya.

Dalam setiap tahunnya pemerintah terus melakukan evaluasi dan pembangunan komitmen bersama.

Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Kabupaten Rembang melaksanakan rapat koordinasi bersama berbagai pihak untuk menyamakan persepsi dalam melaksanakan program menurunkan angka stunting di aula lantai 4 gedung Setda Rembang (7/6/2023).

Mulai dari Kepala Desa (Kades) 29 Desa yang menjadi lokasi fokus (Lokus) stunting, sejumlah Organisasi Wanita
Seperti tim penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan organisasi terkait lainnya.

Kepala Dinsos PPKB Rembang Prapto Raharjo menyampaikan, Rakor stunting bertujuan untuk meningkatkan komitmen kepada berabagai bidang untuk mencapai target penurunan stunting menadi 14 persen pada 2024.

Prapto  menjelaskan dalam menangani stunting terdapat dua koordinator penanganan. Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) menangani intervensi sensitif dan spesifik. Sedangkan Dinsos PPKB menangani keluarga berisiko stunting.

”Kalau DKK menangani yang sudah stunting, Kita Dinsos PPKB menyasar keluarga yang beresiko stunting,” jelasnya.

Selain itu ada Dinas Pertanian  dan Pangan yang akan fokus ketahanan pangan keluarga dan Dinas Kelautan dan Perikanan  yang mengkampanyekan gemar makan ikan.

Beberapa inovasi yang telah dilakukan oleh Dinsos PPKB terkait penanganan keluarga beresiko stunting adalah program Gerakan Keluarga Cegah Stunting (Raga Genting).  Raga genting ini kita terapkan di desa Pasar Banggi Kecamatan Rembang.

Selain itu juga pemberian edukasi oleh tim pendamping keluarga kepada para keluarga yang memiliki risiko stunting.

”Ini yang selalu memberikan edukasi, pendampingan ke keluarga yang berisiko stunting. Keluarga beresiko stunting itu siapa saja, calon penganting, ibu hamil, ibu nifas, ibu yang mempunyai balita 2 tahun dan lima tahun,” pungkasnya. (Mcs/Yog)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button