RembangRembang Hari IniTerkini

Tekan Inflansi Jelang Nataru 2023, Pemkab Rembang Gelar Operasi Pasar

Rembang (Kalasela.id) – Berita Rembang, Mengantisipasi kenaikan harga sembako jelang Natal dan Tahun Baru 2023 disikapi pemkab rembang dengan menggelar operasi pasar.

Operasi pasar yang dilakukan Pemerintah Kalimantan Tengah sbagai upaya mengantisipasi lonjakan harga sembako dan Elpiji saat perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023.

Ratusan warga mendatangi Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) untuk membeli kebutuhan bahan pokok (kepokmas), Jum’at (18/11/2022).

Operasi pasar yang dimaksud adalah, melakukan sidak di pasar-pasar tradisional, mengawasi jalurnya distribusi, melakukan pasar murah dan penyeimbang.

Baca Juga :  Pemkab Rembang Bagikan 92 Unit Alat Mesin Pertanian

Kepala Dindagkop dan UKM, M.Mahfudz menuturkan kegiatan tersebut untuk mengendalikan inflasi di Kabupaten Rembang. Adanya penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak sedikit banyak mempengaruhi perekonomian masyarakat, sehingga diharapkan bisa membantu mengurangi beban pengeluaran mereka.

Jenis bahan pokok yang dijual dengan harga murah diantaranya beras dalam kemasan 4 kg, gula 1 kg dan minyak goreng 1 kg. Pemkab memberikan subsidi sebesar Rp. 30.00 setiap paket yang berisi tiga komoditas itu.

Salah satu warga, Sri Rusmiati mengaku terbantu dengan adanya operasi murah. Baginya perbedaan harga  Rp.30.000 sangat besar.

Kepala Dindagkop dan UKM Rembang M.Mahfudz saat menyerahkan sembako murah dalam kegiatan operasi pasar di halaman kantor Dintanpan.

Pihaknya juga akan menggelar operasi pasar di kecamatan lainnya. Dengan komoditas bahan pokok yang tidak jauh berbeda dari yang dijual halaman Dintanpan.

Terkait warga yang mendapatkan kupon dan bisa membeli paket sembako murah itu, Mahfudz berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan. Total ada 9.333 paket yang akan disebar di 14 kecamatan.

“Di Kecamatan Rembang ini ada 1.330 paket dan hari ini ada 200 an paket, ” imbuhnya.

Sementara itu Bupati Rembang H.Abdul Hafidz mengungkapkan langkah meminimalisir terjadinya inflasi ini penting dilakukan. Meskipun di Rembang harga kebutuhan bahan pokok relatif stabil.

” Hari ini yang mengalami kenaikan beras, sedangkan cabai, minyak, telur menurun. Ayam potong naik Rp. 2000. Saya setiap hari memantau perkembangan  harga dan melaporkannya ke gubernur.”

Bupati juga mengucapkan syukur di hadapan warga yang hadir untuk menebus paket sembako murah, atas kestabilan harga dan pangan di Rembang. Pasalnya saat ini krisis pangan dan energi dialami sebagian negara di dunia, bahkan ada orang yang meninggal karena kelaparan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button