TeknologiTerkiniUmum

Serangan Ransomware Terhadap Bank Indonesia Lebih Parah Dari Dugaan

Ransomware adalah serangan malware yang menggunakan metode enkripsi untuk menyimpan dan menyembunyikan informasi sebagai tahanan.

Malware ransomware akan mengenkripsi data penting dan perangkat korban dengan kunci yang hanya dimiliki oleh pelaku kejahatan siber itu.

Untuk mendapatkan kembali akses ke file, database, dan aplikasi yang dienkripsi, korban harus membayar uang tebusan yang diminta oleh pelaku.

Ransomware sering untuk menyebar ke seluruh jaringan dengan menargetkan database dan file server untuk melumpuhkan sistem dengan instan.

Serangan ransomware terhadap Bank Indonesia (BI) masih belum reda, dan terlupakan lebih parah dari yang Dampak beberapa waktu lalu.

Platform intelijen dark web, Dark Tracer, membagikan informasi terkait serangan ransomware dan tidak ada data terkait BI.

Dalam postingan terbaru di akun Twitter mereka, Sabtu (22/1/2022), geng Conti ransomware ternyata masih mengunggah data internal BI yang mereka tahu.

“Bocoran data Bank Indonesia sebelumnya 487MB, namun ukurannya kini sudah mencapai 44GB,” tulis @darktracer_int.

Mereka juga mengatakan jumlah PC internal yang disusupi oleh pelaku kejahatan lebih banyak dari laporan pihak BI dan BSSN sebelumnya.

“Awalnya diperkirakan hanya ada 16 PC internal yang disusupi, namun jumlahnya bertambah hingga 175.”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button