Sejarah

Sejarah Purworejo Menjadi Ibukota Jawa Tengah

Purworejo: Ibukota Sementara Jawa Tengah dalam Mempertahankan Kedaulatan

Kalasela.id– Siapa yang tak tahu Jawa Tengah? Salah satu provinsi besar di Pulau Jawa dengan luas tak kurang dari 34.337 km2 dan berpenduduk 37 juta jiwa pada tahun 2022. Saat ini pusat administrasi Provinsi Jawa Tengah terletak di Kota Semarang. Namun, Tahukah kamu bahwa sebelum Semarang menjadi ibukota Jawa Tengah seperti yang kita kenal saat ini, Purworejo memiliki peran penting sebagai ibukota sementara provinsi tersebut. Lalu, bagaimana sejarah Purworejo menjadi Ibukota Jawa Tengah Mari kita eksplorasi sejarahnya bersama-sama.

Pemindahan Ibukota Jawa Tengah ke Purworejo

Setelah proklamasi kemerdekaan tahun 1945, Indonesia tak serta merta lepas dari penjajahan Belanda. Pada masa itu, pasukan Belanda berusaha merebut merebut kembali kendali atas wilayah-wilayah yang pernah mereka jajah, termasuk Jawa Tengah. Semarang, sebagai ibukota provinsi, menjadi target utama mereka. Menghadapi situasi tersebut, Gubernur Jawa Tengah saat itu, KRT. Mr. Wongsonegoro, mengambil langkah strategis dengan memindahkan ibukota ke Purworejo. Tujuan utamanya adalah memastikan kelancaran pemerintahan provinsi Jawa Tengah di tengah pendudukan Belanda.

Pemilihan Purworejo sebagai pusat administrasi sementara telah melalui pertimbangan yang cermat. Kecamatan Bruno, yang terletak di Kabupaten Purworejo, menjadi pilihan karena karakteristik wilayahnya yang masih banyak hutan sehingga membuat pasukan Belanda kesulitan untuk mendeteksinya. Hal ini memungkinkan pemerintah provinsi menjalankan aktivitas administratif tanpa terdeteksi oleh penjajah, menjaga kerahasiaan dan keamanan jalannya pemerintahan.

Durasi Pemindahan Ibukota dan Kembalinya ke Semarang

Bererapa sumber menyebutkan bahwa pemindahan ibukota Jawa Tengah ke Purworejo berlangsung singkat, yakni sekitar 100 hari. Meskipun dalam kondisi sementara, KRT. Mr. Wongsonegoro berupaya menjalankan fungsi-fungsi administratif yang penting dan mempertahankan stabilitas pemerintahan.

Namun, setelah kondisi kembali membaik dan stabilitas tercapai, pemerintah memutuskan untuk memindahkan kembali ibukota ke Semarang. Pada tahun 1950, melalui Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1950, Jawa Tengah secara resmi ditetapkan sebagai salah satu provinsi di dalam wilayah Indonesia. Saat itu pula Semarang ditetapkan sebagai ibukota provinsi.

Bukti Kegigihan dan Semangat Mempertahankan Kedaulatan

Perpindahan ibukota Jawa Tengah ke Purworejo menjadi bukti nyata semangat perlawanan dan ketahanan dalam menghadapi penjajahan. Gubernur KRT. Mr. Wongsonegoro dan pemerintah provinsi pada masa itu mengambil keputusan yang tegas untuk melindungi kedaulatan dan kepentingan rakyat dengan sebaik-baiknya, menghadapi tantangan yang berat.

Dalam sejarah singkat Purworejo menjadi ibukota Jawa Tengah, kita dapat mengambil pelajaran penting tentang pentingnya semangat persatuan dan kesatuan dalam mempertahankan kedaulatan bangsa. Semoga kisah ini menginspirasi kita untuk selalu teguh dalam menjaga dan memperjuangkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button