Baru TahuTerkini

Secuil Cerita Sejarah Tentang Rembang

Rembang merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang letaknya di pesisir Pantai Pulau Jawa. Asal-usul mengenai nama Rembang sendiri cukup beragam. Dalam situs resmi Kabupaten Rembang (Rembangkab.go.id) menyebutkan bahwa nama Rembang telah ada sejak Zaman Majapahit dan tertulis dalam Kitab Negarakertagama. Sumber tertulis lainnya yaitu catatan dari Tome Pires (1512-1515) menyebutkan nama-nama kota yang terletak di pesisir Pantai Pulau Jawa seperti The Land of Tegal (Tegeguall), The Land of Semarang (Camaram), The Land of Japara, The Land of Rembang (Remee), The Land of Tuban (Toban), The Land of Gresik (Agecij), The Land of Surabaya (Curubaya), dan lain sebagainya.

Nama Rembang diceritakan pula berasal dari peristiwa upacara pemangkasan atau pengeprasan dua batang pohon tebu serumpun untuk dijadikan sebagai tebu “pengantin”. Upacara tersebut bernama Ngrembang Sakawit yang dilaksanakan pada hari Rabu Legi, Minggu Kesadha, Bulan Waisaka, Tahun Saka 1337 dengan Candra Sengkala: Sabdha Tiga Wedha Isyara. Cerita tersebut berasal dari sumber yang tidak terbit secara resmi dan diceritakan oleh Mbah Guru.

Dikutip dari Kompasiana.com menjelaskan bahwa sejarah nama Rembang memiliki keterkaitan dengan kisah Dampo Awang dengan Sunan Bonang. Diceritakan bahwa Dampo Awang adalah Saudagar kaya yang berasal dari negeri Cina. Sejak awal menginjakkan kaki di pesisir Pantai Pulau Jawa Dampo Awang berniat untuk menyebarkan ajaran agamanya, namun niat itu terhalang karena kehadiran Sunan Bonang yang telah lebih dulu memperkenalkan ajaran agama Islam. Setiap kali mendengar Sunan Bonang mengumandangkan adzan atau mengaji, Dampo Awang selalu marah dan menunjukkan sikap tidak suka terhadap Sunan Bonang.

Berbagai cara dilakukan oleh Dampo Awang untuk menyingkirkan Sunan Bonang, mulai dari menaruh racun hingga menyuruh Sunan Bonang untuk pergi jauh. Namun, permintaan Dampo Awang ditolak secara tegas oleh Sunan Bonang dan menimbulkan peperangan yang menyebabkan Dampo Awang diikat pada kapalnya lalu Sunan Bonang menendangnya hingga bagian kapal tersebut tercecer di lautan. Dampo Awang melihat bagian kapal itu seperti tenggelam (Kerem) sementara Sunan Bonang melihatnya terapung (Kemambang). Kemudian penduduk menyebutnya kerem-kemambang yang menjadi Rembang.

Meski kisah sejarah menganai nama Rembang di atas memang belum tentu terbukti kebenerannya. Akan tetapi, melihat kisah menganai Dampo Awang di atas sudah tertulis dan diterbitkan dalam buku Cerita Rakyat Rembang. Mengenai kisah Dampo Awang dan Sunan Bonang yang cukup terkenal ditemukan pula bukti sejarahnya yaitu Watu Layar yang dikenal masyarakat sebagai layar kapal milik Dampo Awang pada zaman dahulu. Keberadaan Sunan Bonang juga dipercayai dengan ditemukannya Pasujudan Sunan Bonang yang berlokasi di bagian timur Kabupaten Rembang. yakni daerah Bumi Binangun, Kecamatan Lasem.

.Terkait cerita-cerita di atas benar atau tidak, Rembang menjadi salah satu tempat bersejarah khususnya bagi emansipasi kaum perempuan. Hal itu dapat terjadi atas usaha dari salah satu tokoh pahlawan perempuan yakni R.A. Kartini yang memperjuangkan hak Pendidikan bagi kaum perempuan. R.A. Kartini bersama suaminya mendirikan sekolah khusus bagi kaum perempuan yang lokasinya tidak jauh dari kediaman R.A. Kartini bersama Bupati Rembang pada masa itu. Di akhir hayatnya R.A. Kartini dikebumikan di Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang. Sebagai bentuk penghormatan kepada R.A. Kartini, kediaman Bupati Rembang bersama R.A. Kartini yang lengkap dengan barang-barang peninggalannya  dijadikan sebagai museum. Kehadiran museum R.A. Kartini menjadi salah satu ikon bersejarah di Kabupaten Rembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button