OpiniTerkini

Sampai Kapan Ugal-ugalan di Jalan Dibiarkan?

Mencermati Tingginya Kasus Kecelakaan Bus, Minimnya Peran Pemerintah dalam Melindungi Keselamatan Jalan Masyarakat

Kalasela.id– Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan perilaku ugal-ugalan di jalan raya, khususnya oleh bus dan kendaraan komersial, telah menjadi masalah serius di Indonesia. Kasus-kasus di mana bus ugal-ugalan, melawan arah, dan menabrak pengendara lain seringkali berakhir dengan konsekuensi yang memilukan, bahkan fatal. Pertanyaan yang muncul adalah: Sampai kapan ugal-ugalan di jalan ini akan terus dibiarkan?

Fenomena Ugal-ugalan di Jalan Raya

Perilaku ugal-ugalan di jalan raya melibatkan pengemudi yang melanggar aturan lalu lintas, seperti menerobos lampu merah, melintasi jalur kendaraan lain tanpa peringatan, dan berusaha mengejar waktu. Hal ini tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga membahayakan nyawa orang lain. Fenomena ini adalah masalah yang telah lama berlangsung, mengkhawatirkan banyak pihak.

Salah satu kasus terbaru yang mencerminkan masalah ini adalah kecelakaan yang melibatkan Bus Widji Lestari di Rembang pada tanggal 9 September 2023. Dalam insiden ini, bus tersebut diduga menerobos lampu merah dan menabrak sepeda motor Honda Beat yang hendak berbelok. Akibatnya, seorang wanita bernama Deny Ariawati tewas dalam kecelakaan tersebut, sementara pengemudi bus dan pengendara lainnya mengalami cedera. Kasus ini menggambarkan dampak mengerikan dari perilaku ugal-ugalan di jalan raya.

Peran Pemerintah Dinilai Masih Minim

Dalam upayanya melindungi masyarakat, pemerintah berkewajiban untuk memprioritaskan keselamatan masyarakat di jalan raya. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kita telah menyaksikan fenomena yang mengkhawatirkan yaitu banyaknya kecelakaan di jalan akibat ugal-ugalan. Akibatnya, banyak orang menilai bahwa peran pemerintah dalam melindungi keselamatan jalan masyarakat masih minim.

Setuju atau tidak dengan penilaian tersebut, yang jelas tak ada salahnya untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan di jalan raya. Salah satu hal yang harus mendapatkan evaluasi adalah sertifikasi dan pelatihan yang memadai bagi supir, terutama mereka yang mengemudikan kendaraan komersial seperti bus.

Pentingnya Sertifikasi dan Pelatihan Supir

Sertifikasi dan pelatihan adalah alat instrumen penting dalam memastikan bahwa supir memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengemudikan kendaraan dengan aman dan bertanggung jawab. Ini tidak hanya melibatkan pemahaman tentang aturan lalu lintas, tetapi juga etika mengemudi, penanganan darurat, dan keselamatan penumpang.

Tak sulit untuk melihat keadaan sekarang ini di mana semua orang tampak bisa menjadi supir tanpa pengetahuan keselamatan jalan yang memadai. Sertifikasi untuk supir kendaraan komersial seperti bus seringkali tidak cukup ketat, dan pelatihan yang diterima oleh supir seringkali juga kurang mendalam. Supir mungkin hanya menerima pelatihan singkat yang tidak mencakup semua aspek penting keselamatan di jalan. Hal ini menghasilkan supir yang mungkin hanya memiliki pengetahuan dasar tentang mengemudi dan kekurangan pemahaman tentang bahaya yang terkait dengan perilaku ugal-ugalan di jalan raya.

Terlebih lagi untuk wilayah pelosok, banyak kita jumpai supir tembak yang bebas mengemudi dengan pengetahuan keselamatan jalan yang minim. Bahkan tak jarang supir ini tak memiliki izin untuk mengendarai bus penumpang. Tentu saja fenomena ini mempertegas pentingnya sertifikasi dan pelatihan bagi supir.

Dampak Minimnya Sertifikasi dan Pelatihan Supir

Minimnya sertifikasi dan pelatihan untuk supir kendaraan komersial berdampak langsung pada keselamatan masyarakat. Kasus-kasus kecelakaan yang melibatkan bus ugal-ugalan atau kurangnya respons dalam situasi darurat seringkali terjadi. Pada akhirnya, nyawa dan keselamatan banyak orang menjadi taruhan.

Pemerintah sebenarnya memiliki peran sentral dalam mengatasi masalah ini. Salah satunya dengan mengembangkan dan menegakkan standar sertifikasi yang ketat untuk supir kendaraan komersial. Selain itu, pelatihan supir perlu peningkatan secara signifikan, mencakup aspek keselamatan dan perilaku bertanggung jawab di jalan raya. Jika perlu, pemerintah dapat memberlakukan aturan tegas bagi pengusaha yang abai terhadap keselamatan jalan dan hanya mementingkan keuntungan semata. Karena bagaimanapun tak ada yang sepadan dari sebuah nyawa.

Sudah saatnya ugal-ugalan di jalan tidak dibiarkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kalasela/public_html/wp-includes/functions.php on line 5427

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kalasela/public_html/wp-includes/functions.php on line 5427