Rembang

Rembang Siaga Kekeringan, BPBD Salurkan Bantuan Air Bersih

Rembang, Kalasela.id – Kabupaten Rembang memasuki akhir bulan Agustus 2023 dengan status siaga bencana kekeringan. Situasi ini telah menyebabkan dampak serius terutama di beberapa desa yang merasakan dampak kekeringan tersebut.

Tiga Desa Terdampak Kekeringan

Hingga saat ini, tiga desa di Kabupaten Rembang telah berstatus kekeringan, yaitu Kedung di Kecamatan Pancur, Warugunung di Kecamatan Pancur, dan Sanetan di Kecamatan Sluke. Kondisi ini telah mengakibatkan kesulitan pasokan air bersih bagi masyarakat setempat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang telah melakukan langkah-langkah untuk memberikan bantuan kepada desa-desa yang terdampak. Pasokan air bersih sebanyak 5 ribu liter telah tersalurkan kepada warga di Desa Warugunung. Warga yang telah hampir dua bulan mengalami kesulitan air bersih akibat sumur dan sumber mata air yang kering, merespons bantuan ini dengan antusias.

Data dari BPBD Rembang mengungkapkan bahwa ada 3 desa di dua kecamatan yang tengah mengalami kekeringan, dengan total 780 kepala keluarga terdampak. Kabupaten Rembang telah menetapkan status siaga darurat kekeringan, menggambarkan seriusnya situasi yang sedang terjadi.

Penting untuk mencatat bahwa puncak kekeringan tahun ini, menurut prediksi BMKG, akan berlangsung selama dua bulan, yakni Agustus dan September. Meskipun baru tiga desa yang terdampak pada puncaknya, konsekuensi dari kekeringan ini tetaplah serius.

Upaya Penanggulangan Krisis Kekeringan

Sri Jarwati, Kepala BPBD Rembang, telah menjelaskan bahwa masyarakat dapat menjangkau bantuan air bersih melalui telepon BPBD. Dalam kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi nomor telepon 082390177474 untuk meminta bantuan air bersih. Hal ini untuk mempermudah dan mempercepat respons terhadap kebutuhan mendesak.

Dalam menghadapi situasi kekeringan ini, Kabupaten Rembang juga bersiap untuk menggunakan anggaran yang tersedia, termasuk dana tidak terduga dan bantuan dari perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Meskipun Jarwati tidak menyebut anggaran pastinya, namun ia memastikan kecukupan sumber daya untuk mengatasi krisis kekeringan ini.

Dengan berbagai langkah dan upaya  oleh BPBD Rembang serta dukungan dari berbagai pihak, diharapkan masyarakat terdampak dapat mengatasi kesulitan dalam mengakses air bersih selama musim kekeringan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button