Rembang

Rembang Miliki Senjata Baru Lawan Korupsi, Jaksa Jaga Desa

Rembang, Kalasela.id– Dana desa yang disalurkan oleh pemerintah telah membawa perubahan positif bagi pembangunan di pedesaan. Namun, dana ini kerap kali menjadi sasaran penyalahgunaan, berujung pada kasus korupsi. Menyikapi hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang bersama Kejaksaan Negeri Rembang meluncurkan program inovatif bernama “Jaksa Jaga Desa”.

Program ini ibarat tameng yang melindungi desa dari ancaman korupsi. Melalui Jaksa Jaga Desa, jaksa mendampingi pemerintah desa dalam mengelola keuangan, memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan mencegah penyimpangan.

Mengawal Dana Desa, Mencegah Korupsi

Kepala Kejaksaan Negeri Rembang, Muhammad Fahrurozi, menaruh harapan besar pada program ini. Ia optimis Jaksa Jaga Desa dapat membantu para kepala desa dalam mengelola dana desa sesuai aturan, sehingga terhindar dari jeratan korupsi.

“Pembangunan desa harus berjalan, dan dana desa menjadi salah satu motor penggeraknya. Namun, tak jarang terjadi penyimpangan dana desa akibat ketidaktahuan atau keterbatasan keuangan. Di sinilah Jaksa Jaga Desa hadir untuk memberikan pendampingan dan edukasi,” jelas Fahrurozi.

Mendukung Pembangunan Desa yang Optimal

Upaya Pemkab Rembang dan Kejari ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya adalah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Rembang, Slamet Hariyanto. Ia yakin program ini akan mengoptimalkan program pembangunan di desa.

“Jika kepala desa mengalami kesulitan dalam menerapkan program, ragu, atau tidak paham regulasi, bisa berkonsultasi dengan Kejaksaan. Sehingga, pengelolaan keuangan semakin transparan dan akuntabel,” ujar Hariyanto.

Melangkah Maju Menuju Desa yang Bebas Korupsi

Program Jaksa Jaga Desa di Rembang merupakan langkah maju dalam memerangi korupsi di tingkat desa. Dengan sinergi dari berbagai pihak, harapannya dana desa dapat mengantarkan desa-desa di Rembang menuju masa depan yang lebih sejahtera dan bebas dari korupsi.

Namun, program seperti ini tidak cukup. Membangun budaya anti-korupsi yang kuat membutuhkan komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah, aparat penegak hukum, maupun masyarakat desa itu sendiri. Dengan bahu membahu, desa-desa di Rembang dapat melangkah maju menuju masa depan yang gemilang dan bebas dari korupsi.

Bagaimana menurutmu? Apakah program ini efektif untuk mencegah korupsi di tingkat desa?Bagikan pendapatmu di kolom komentar!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kalasela/public_html/wp-includes/functions.php on line 5427

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kalasela/public_html/wp-includes/functions.php on line 5427