RembangRembang Hari Ini

PT.Djarum “Sulap” Lima Rumah Tak Layak Huni  di Rembang, Fasilitas dan Nominalnya Bikin Takjub

PT.Djarum Bedah Rumah Milik 5 Warga Sarang Meduro

Rembang,kalaselaid- Lima rumah warga Desa Sarang Meduro Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang Jawa Tengah yang tak layak huni “disulap” PT.Djarum menjadi rumah yang keren dan nyaman.  Kelima rumah yang dibedah yaitu milik Taslimah, Tasmini, Nanang Abdul Muhid, Kasiyati dan Saneb.

Saat berkesempatan mengikuti penyerahan secara simbolis hasil bedah rumah di tepi jalan lingkar Sarang atau persis di depan rumah Bapak Saneb, salah satu penerima bantuan Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) dari PT.Djarum, Jum’at (2/12/2022) ada dua hal yang membuat para tamu undangan takjub.

Rumah Ibu Taslimah sebelum dibedah
Rumah Ibu Taslimah sebelum dibedah

Yaitu saat mendengarkan sambutan dari Deputi GM Corporate Communications PT Djarum Achmad Budiharto. Budi mengatakan PT Djarum mengalokasikan dana sebesar Rp 300 juta untuk merenovasi lima rumah keluarga kurang mampu di Sarang Meduro. Masing-masing bantuan renovasi untuk setiap rumah menghabiskan anggaran sekitaru Rp 60 juta.

Penampakan rumah Ibu Taslimah usai dibedah PT.Djarum
Penampakan rumah Ibu Taslimah usai dibedah PT.Djarum

Angka itu lebih besar dari rekomendasi anggaran pemerintah. Penerima bantuan juga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk proses pembangunan.

Lewat program RSLH, PT Djarum melakukan bedah rumah sehingga hunian tersebut memenuhi tiga hal dasar yakni Sehat, Aman, dan Layak.  Bahkan di rumah itu langsung dipasang fasilitas kompor beserta tabung gasnya.

Bapak Saneb saat mengecek kompor dari bantuan PT.Djarum
Bapak Saneb saat menghidupkan kompor bantuan dari PT.Djarum

“Renovasi rumah meliputi perbaikan terhadap sanitasi air kotor, pencahayaan serta memastikan udara tersirkulasi dengan baik. Sementara itu, rumah yang direnovasi juga dibangun dengan konstruksi yang kuat dan kokoh sehingga dapat menjadi tempat bernaung yang aman bagi seluruh keluarga,” ungkapnya.

Rumah Ibu Kasiyati sebelum dibedah
Rumah Ibu Kasiyati sebelum dibedah

Budiharto mengemukakan, keterlibatan PT Djarum dalam program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) merupakan dukungan terhadap pemerintah dalam menurunkan tingkat kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin.

Rumah Ibu Kasiyati setelah dibedah
Rumah Ibu Kasiyati setelah dibedah

“Rumah sebagai kebutuhan primer seharusnya tidak hanya memiliki fisik bangunan yang kuat dan desain yang bagus. Rumah harus menjadi hunian yang berfungsi mendatangkan ketenteraman bagi siapapun yang tinggal di dalamnya. Suasana tenteram dan nyaman membuat kualitas hidup seseorang menjadi semakin baik. Pada akhirnya, para penghuninya akan terpacu melakukan hal-hal yang produktif dan membuahkan perbaikan ekonomi bagi keluarga tersebut,” tutur Budiharto.

Saneb salah satu penerima bantuan RSLH mengaku senang menerima bantuan itu.  Bagaimana tidak, rumahnya yang dulu terbuat dari kayu, sudah keropos dan sering bocor kini berubah jadi tembok bagus.

“Senang , dulu itu sering bocor semua kalau hujan dari kayu juga sudah keropos. Ini dikasih kompor ada sanyo airnya juga, ” pungkasnya.

Sebelumnya PT.Djarum telah membedah 10 rumah tak layak huni di Kabupaten Pemalang pada bulan Maret 2022. Kemudian dengan jumlah yang sama telah membedah 10 rumah di Kabupaten Kudus bulan November 2022 kemarin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button