Progres Smart City di Rembang Terus Berjalan

Ratusan pemuda yang tergabung dalam puluhan komunitas termasuk pegiat media sosial dipertemukan dengan Bupati Rembang H.Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Mochamad Hanies Cholil Barro’, baru baru ini.

Dalam kegiatan bertajuk Ngopi Gayeng itu menjadi sarana bagi Pemkab Rembang untuk bersilaturahmi, mensosialisasikan berbagai program dan menyerap aspirasi atau keluhan dari masyarakat.

Pada sesi dialog Mahfud dari Rembang One menanyakan bagaimana progres program smart city.

“Rembang smart city gambaran kami, birokrasinya mudah, transparansi kebijakan, dan juga pemerataan akses internet. Sejauh mana perkembangan smart city saat ini,? ” ujarnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Rembang , Prapto Raharjo melalui Kasi Layanan Informatika Dinkominfo Rembang, Muntahar mengungkapkan tahun ini ada pendampingan dari Kementrian Kominfo untuk melakukan review dan penyelarasan program terkait dengan smart city.

“Di tahun 2022 ini , Pemkab telah menjadwalkan berbagai layanan birokrasi yang terintegrasi melalui servise desk dalam satu nomor Whatsapp. Selain itu rencananya juga ada aplikasi berbasis web, sehingga layanan- layanan pemerintah daerah bisa diakses melalui android,” imbuhnya.

Muntahar menambahkan nantinya ada tim yang bertugas merespon keluhan masyarakat melalui WA yang terintegrasi dengan berbagai media sosial. Saat ini Dinkominfo tengah mempersiapkan teknisnya yang targetnya pada Bulan Juli Rembang Smart City dapat dilaunching.

Lebih lanjut, Ia menuturkan bahwa baru saja Pemkab melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM merilis aplikasi SIPUMA. Aplikasi tersebut dibuat untuk memberikan kemudahan dalam mengakses informasi seputar UMKM, termasuk fasilitasi pengurusan berbagai perijinan.

SIPUMA terdiri dari beberapa informasi yang dapat diakses masyarakat khususnya para pelaku UMKM. Mulai dari informasi pelayanan, pelatihan, event dan pemasaran.

Dalam aplikasi SIPUMA ada fitur layanan informasi ijin usaha, layanan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), layanan Hak Kekayaan Intelektual ( HAKI ) layanan halal, dan layanan usaha non perseorangan. Adanya informasi tentang sejumlah perijinan ini diharapkan dapat memberikan petunjuk dan pengetahuan bagi yang ingin mengurusnya.

Selanjutnya ada Desa Mojowarno Kecamatan Kaliori yang saat ini menjadi percontohan sebagai percontohan Smart Village. Pemdes di sana telah menyediakan Anjungan Desa Mandiri untuk layanan mandiri.

“Disana keluhan dan masyarakat sudah bisa dilayani melalui media sosial dan web. Jadi kami berterimakasih atas partisipasinya (Pemdes Mojowarno-red) untuk mendukung terwujudnya Rembang smart city, ” ungkapnya.

Sejumlah Desa juga telah berkoordinasi untuk mereplikasi apa yang telah dilakukan Mojowarno. Harapannya smart village semakin meluas , sehingga endingnya masyarakat Rembang lebih mudah mengakses layanan.

Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’ menambahkan pihaknya telah menggandeng Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang untuk aplikasi Smart City. Selain itu sejumlah daerah yang telah menerapkan smart city juga akan diduplikasi.

“Progres smart city ini sudah berjalan, jadi tidak mandek, kita berproses. Kita menyadarkan kawan- kawan di pemerintahan untuk segera beradaptasi dengan teknologi kaitannya dengan percepatan pembangunan.”

Terkait akses internet , dikatakan Wabup Hanies seluruh desa sudah terlayani. Namun memang dari segi kecepatan untuk di wilayah pedesaan belum seperti di perkotaan.

“Karena belum semuanya memakai kabel berbahan serat optik, ” pungkasnya.(MIP)