OpiniTerkini

Politisi Demokrat Usul Legalisasi Judi Online, Solusi Jitu atau Masalah Baru?

Kalasela.id– Baru-baru ini, isu legalisasi judi online kembali mencuat ke permukaan, memicu perdebatan panas di kalangan masyarakat dan politisi. Salah satu suara yang paling vokal dalam isu ini adalah Jansen Sitindaon, politisi dari Partai Demokrat. Melalui akun X miliknya, Jansen mengungkapkan pandangannya bahwa sebaiknya pemerintah mengatur judi online dan menjadikannya sebagai salah satu sumber pemasukan negara. Pernyataan ini menimbulkan kontroversi, terutama mengingat pandangan Jansen sebelumnya yang tegas menolak keberadaan judi online karena dampak negatifnya yang masif.

Sebuah Utopia atau Realitas?

Menurut Jansen, sulit bagi Indonesia untuk benar-benar bebas dari judi. Kebiasaan berjudi telah merambah berbagai lapisan masyarakat, mulai dari kelas bawah hingga atas. Aktivitas judi, baik itu bertaruh skor pertandingan maupun bermain kartu, telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Menyadari kenyataan ini, Jansen mengusulkan agar judi online diatur dan menjadi sumber pendapatan negara.

“Lebih baik diatur saja dan bisa jadi pemasukan baru untuk negara. Ketimbang uangnya lari ke pejabat atau penegak hukum kita yang korup yang memberi perlindungan,” kata Jansen melalui akun X miliknya pada 17 Juni lalu.

Jansen juga menyoroti bahwa banyak negara lain telah berhasil memanfaatkan judi online sebagai salah satu pilar ekonomi. Dengan regulasi yang ketat, negara-negara tersebut mampu menarik pendapatan resmi dari judi online tanpa mengabaikan aspek sosial dan keamanan.

Pergeseran Pandangan Jansen Sitindaon

Namun, tidak lama sebelumnya, Jansen memiliki pandangan yang sangat berbeda tentang judi online. Kasus tragis di Mojokerto, Jawa Timur, di mana seorang polwan membakar hidup-hidup suaminya yang juga seorang polisi karena kecanduan judi online, membuat Jansen bersikeras bahwa pemerintah harus memberantas praktik judi online. Ia mengungkapkan bahwa judi online tidak hanya menambah kemiskinan dan kejahatan, tetapi juga merusak jutaan keluarga di Indonesia.

“Mungkin sekarang ada jutaan keluarga di Indonesia yang sudah rusak karena judi online,” katanya pada 11 Juni.

Meski begitu, Jansen juga menyadari bahwa memberantas judi online sepenuhnya mungkin adalah hal yang sulit. Oleh karena itu, ia sempat menyarankan untuk melegalkan judi online sebagai solusi pragmatis, dengan catatan adanya regulasi yang ketat dan minimal deposit yang tinggi agar negara juga mendapat pemasukan.

Menimbang Pro dan Kontra

Pernyataan Jansen Sitindaon tentang legalisasi judi online menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi, melegalkan judi online bisa menjadi solusi pragmatis yang memberikan keuntungan ekonomi bagi negara. Pendapatan dari pajak judi online bisa digunakan untuk berbagai program sosial dan pembangunan. Selain itu, dengan adanya regulasi, dampak negatif dari judi online dapat berkurang secara signifikan.

Namun di sisi lain, legalisasi judi online bisa dianggap sebagai pengkhianatan terhadap nilai moral dan sosial yang dianut oleh banyak masyarakat Indonesia. Legalisasi judi online bisa saja menambah jumlah pecandu judi, yang pada akhirnya akan menambah jumlah keluarga yang hancur dan meningkatkan angka kejahatan.

Refleksi Akhir

Pertanyaan utama yang harus kita jawab adalah: Apakah Indonesia siap untuk melegalkan judi online? Apakah regulasi yang ketat bisa benar-benar berlaku di negara yang masih bergulat dengan masalah korupsi? Dan yang terpenting, apakah manfaat ekonomi dari legalisasi judi online benar-benar akan lebih besar daripada potensi kerugian sosialnya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button