Baru TahuTerkini

Perjalanan Berbagai Perusahaan Coklat di Indonesia

Coklat menjadi makanan favorit dari berbagai kalangan tentunya didasari atas kekayaan manfaat yang terkandung di dalamnya. Pepaduan rasa manis dan pahit pada coklat mampu meredakan stres dan mengembalikan mood yang berantakan. Tak jarang para perempuan memasukkan coklat dalam daftar makanan favorit mereka.

Di Indonesia terdapat berbagai merk coklat mulai dari merk lokal seperti monggo, nDalem, Kakao Pipiltin, Pod, Krakakoa hingga merk Internasional silverqueen, Delfi, Cadbury, Van Houten, Nutella, dan lain sebagainya.

Merk coklat local Indonesia dibuat oleh berbagai pihak dengan tujuan untuk mengembangkan bisnis coklat local agar lebih dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Coklat lokal Indonesia dapat ditemukan di berbagai pusat oleh-oleh di kota-kota tertentu.

Merk coklat Monggo terkenal sebagai item oleh-oleh khas Yogyakarta. Pabrik coklat Monggo ini berlokasi di Kelurahan Purbayan, Kotagede, Yogyakarta. Nama Monggo tentunya diambil dari bahasa Jawa yang artinya “silahkan” yang memiliki filosofi untuk mempersilahkan para pecinta coklat mencicipi coklat Monggo khas Yogyakarta. Perjalanan coklat Monggo diawali oleh Thierry Detourmay seorang pecinta coklat asal Belgia yang datang ke Yogyakarta pada tahun 2001 yang kemudian mencoba meracik dan membuat merk Monggo untuk di pasarkan ke masyarakat pada tahun 2005. Coklat Monggo memiliki aneka varian seperti caramello, coklat putih, kacang mete, jahe, kelapa, mangga, durian, dan lain sebaginya.

Merk coklat nDalem didirikan oleh Meika Hazim dan Wednes Aria Yuda. Coklat nDalem ini didedikasikan oleh pendirinya untuk kota kelahiran mereka yaitu Yogyakarta. Proses pembuatan coklat nDalem ini memanfaatkan perpaduan teknologi dari Belgia, Belanda, dan Indonesia untuk menghasilkan cita rasa premium. Tidak hanya sekadar coklat, nDalem juga mengeluarkan produk minuman herbal seperti wedang uwuh, bajigur, dan minuman rempah-rempah lainnya.

Tissa Aulina pendiri coklat Kakao Pipiltin yang terkenal dengan tagline “We make chocholate from scratch” menciptakan produk coklat dari berbagai bentuk mulai dari batangan, Praline, Choco disc, dan tubos. Biji coklat yang digunakan oleh Kakao Pipiltin berasal dari petani kakao di berbagai daerah di antaranya dari Pidie Jaya di Aceh, Tabanan di Bali, dan Glenmore di Banyuwangi. Kakao Pipiltine menawarkan dua varian rasa kepada konsumennya yaitu rasa original pada coklat batangn single origin dan rasa campuran sperti almond, sea salt, dan pretzel.

Didirikan pada tahun 2010 oleh Tobby Garrit, produk coklat Pod menjadi salah satu coklat lokal khas Bali. Varian rasa yang dimiliki coklat Pod cukup beragam di antaranya adalah sea salt dan biji kakao, bunga rosella dan kacang mete, bunga rosella, goji berry dan kelapa, keripik pisang dan cengkeh, cranberry, dan sarang lebah. Pabrik coklat Pod berada di Singaraja Bali. Perusahaan coklat Pod menyambut hangat para konsumen yang ingin mencicipi dan melihat proses pembuatan coklat Pod. Coklat Pod juga telah dikreditkan oleh Michelin Guide untuk persiapan ekspansi global.

Sabrina Mustopo mendirikan merk Kakao pada tahun 2013, kemudian berganti nama menjadi Krakakoa di tahun 2016 yang terinspirasi oleh nama salah satu gunung yang terletak di selat sunda yaitu Gunung Krakatau. Coklat Krakakoa mendapat pengakuan Internasional dari “Academy of Chocolate Awards 2017” di Inggris. Cita rasa coklat khas Indonesia yang unik dapat ditemukan dalam coklat Krakakoa.

Produk coklat Internasional seperti Silverqueen, Delfi, Cadburry, Nutella, dan Van Houten membutuhkan sekira 20 tahun untuk berhasil memasuki pasar pangan Indonesia. Sebagai pesaing produsen lokal, coklat Internasional tersebut berusaha menciptakan inovasi dan menekan biaya produksi agar lebih murah dan dapat dijangkau oleh berbagai kalangan. Mereka membangun kerja sama dengan ritel untuk menjaga kualitas produk dengan menaruhnya pada ruangan berAC.

 

Sumber:

https://nowjakarta.co.id/magazine-issue/love-and-romance/say-it-with-chocolate-local-chocolate-brands-for-valentine-s-day-gift

https://www.reuters.com/article/us-indonesia-chocolate-idUSKCN11I2MX

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button