RembangRembang Hari Ini

Peringatkan Potensi Air Laut Naik. BMKG Himbau Masyarakat Waspada

Rembang,kalasela.id- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini potensi naiknya air laut atau rob di 29 wilayah perairan Indonesia.

Rob terjadi dikarenakan adanya fenomena fase Bulan Purnama (Full Moon) bersamaan dengan jarak terdekat bulan ke bumi (Perigee) yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum.

Khusus di pesisir Jawa Tengah, tepatnya Kabupaten Rembang potensi meningkatnya ketinggian pasang air laut diprediksi terjadi selama sepekan mulai 7 – 13 Juni.

“Adanya fenomena fase Bulan Purnama (Full Moon) pada tanggal 3 Juni 2023 bersamaan dengan Perigee (Jarak terdekat bulan ke bumi) pada tanggal 6 Juni 2023 berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum,” ungkap Kepala Pusat Meteorologi Maritim Eko Prasetyo dalam keterangan resminya.

Eko menghimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak dari Pasang Maksimum Air Laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG.

Adanya peringatan dari BMKG tersebut  tak membuat sebagian nelayan Rembang takut melaut. Mereka tetap melakukan aktivitasnya untuk mencari rejeki demi keluarga.

Seperti nelayan rajungan dari Desa Pandean Kecamatan Rembang, Muhammad Iqro (35) mengatakan jika nelayan kecil seperti dirinya tidak  melaut maka tidak mendapatkan uang untuk keluarga. Aktivitas melaut tetap ia jalani seperti biasa , namun tetap waspada.

“Kalau nuruti pemerintah terus ekonominya gimana, sedangkan pemerintah tidak tahu orang-orang bawahan seperti kita. Ya tetep nekad (melaut),” ujarnya.

Dikatakannya, di kondisi musim timuran seperti ini sekali melaut , Ia bisa membawa pulang uang Rp.100 – 200 ribu per hari. Meski diakuinya akhir-akhir ini hasil tangkapan dari jala yang disebar tidak terlalu banyak.

Mariyani (63), nelayan rajungan dari Desa Sukoharjo Kecamatan Rembang yang juga tetap melakukan aktivitasnya mencari rajungan di laut. Menurutnya para nelayan baru berhenti melaut saat musim baratan tiba.

Ketika musim baratan, lanjut dia, ancaman gelombang besar dipastikan membahayakan nyawa para nelayan. Sedangkan saat ini masih musim timuran yang menurutnya masih aman untuk pergi melaut.

“Ini cuaca tidak begitu berombak, kalau ombak besar itu kalau ada angin barat laut biasanya berbahaya untuk nelayan. Tapi kalau untuk timur laut ini tidak seberapa (ombaknya). Benar kalau pemerintah memperingatkan, tapi mungkin saja ombaknya tidak sebesar ketika musim baratan,” pungkasnya.(Mcs/Yog)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button