TerkiniViralWorld

Perilisan Logo Resmi Piala Dunia 2026 : Filosofi dan Tanggapan Masyarakat

Kalasela.id – Fédération Internationale de Football Association (FIFA) merilis logo resmi Piala Dunia 2026 pada Kamis (18/5/2023). Logo ini memiliki latar belakang hitam dengan angka “26” dalam warna putih dan trofi Piala Dunia FIFA menimpa di atasnya.

Logo resmi Piala Dunia 2026 terlihat sangat kontras dengan logo Piala Dunia pada edisi-edisi sebelumnya. Penampilan seperti ini menjadi pertama kalinya sebuah logo Piala Dunia memiliki unsur gambar atau foto realistik di dalamnya.

Presiden FIFA yang hadir dalam acara perilisan logo tersebut mengungkapkan bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi momen penting bagi tiga negara penyelenggara. Ia menambahkan bahwa Piala Dunia ini akan menjadi yang termegah, terbesar dan yang paling inklusif sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia.

“Ini adalah malam yang sangat istimewa dan penuh emosi yang menandai apa yang akan terjadi pada Piala Dunia berikutnya, dengan pesan kebersamaan dan persatuan”, ucap Infantino dari website resmi FIFA.

Logo ini nantinya akan menjadi satu-satunya logo yang dipergunakan oleh para rekanan FIFA, seperti Coca-Cola dan Adidas. Meski begitu, setiap  kota penyelenggara Piala Dunia 2026 dapat membuat logo sendiri yang mempu menggambarkan keunikan dari masing-masing kota.

Tanggapan Masyarakat terhadap Logo Piala Dunia 2026

Setelah perilisannya, logo ini mendapatkan tanggapan yang beragam dari masyarakat. Beberapa orang memuji logo ini karena kesederhanaan dan tampak elegan, sementara yang lain mengkritiknya karena terlalu sederhana.

Mereka yang memuji berpendapat bahwa logo ini adalah eksekusi yang modern dan segar dari logo Piala Dunia yang pada edisi-edisi sebelumnya. Di sisi lain, mereka yang mengkritik berpendapat bahwa logo ini tidak berhasil mewakili negara tuan rumah Piala Dunia 2026, yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Mereka menganggap logo ini terlalu sederhana untuk sebuah perhelatan besar seperti Piala Dunia.

Logo ini juga dikritik karena kurangnya keberagaman. Logo ini hanya merepresentasikan satu kelompok yaitu kulit putih. Hal ini telah memunculkan tuduhan bahwa logo ini tidak mewakili keberagaman dari tiga negara tuan rumah.

FIFA mempertahankan logo ini dengan menyebutnya “sederhana dan anggun.” Induk ini juga menyatakan bahwa logo ini “inklusif dan mewakili keberagaman dari negara-negara tuan rumah.”

Meskipun ada reaksi yang beragam, logo Piala Dunia 2026 pasti akan menjadi topik pembicaraan selama berbulan-bulan mendatang. Akan kita lihat apakah logo ini akan mampu memenuhi harapan para penggemar atau tidak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button