TerkiniUmumWorld

Penyebab Kegagalan Amerika dalam Membayar Utang

Rembang, Kalasela.id –  Kegagalan Amerika Serikat dalam membayar utangnya berpotensi memicu krisis keuangan global.

Dilansir dari The New York Times, Pemerintah AS berada di jalur untuk menambah plafon agau pagu USD 19 triliun utang nasional selama 10 tahun ke depan.

Berita itu muncul ketika DPR yang dipimpin oleh Partai Republik terkunci dalam pertempuran sengit dengan pemerintahan Biden tentang cara menaikkan plafon utang.

Utang AS hingga Februari 2023 sebesar USD 31,45 triliun atau sekitar Rp462.000 triliun. Amerika Serikat kini berada di posisi pertama dengan utang tertinggi di dunia

“Ini hasil dari kenaikan biaya untuk pembayaran bunga, perawatan kesehatan veteran, tunjangan pensiunan, dan militer,” tulis Theweek.com Minggu (28/5).

Seberapa besar utang AS?

Menurut data Departemen Keuangan AS, total utang Amerika kira-kira USD 31,5 triliun pada Mei 2023 , menurut data Departemen Keuangan. Nilainya utang ini setara Rp462.000 triliun.

Dalam laporan tersebut, nilai utang itu bukan hanya pembelanjaan baru-baru ini. Tetapi, jumlah total pinjaman terutang oleh pemerintah federal AS yang terakumulasi sepanjang sejarah bangsa.

Apa pendorong terbesar dari utang tersebut?

Utang Amerika telah meningkat secara besar-besaran sejak awal abad ke-21, karena kepentingan politik. Sehingga, Pemerintah AS harus meminjam uang untuk membiayai perang, pemotongan pajak, memperluas pengeluaran federal, merawat baby boomer, dan langkah-langkah darurat untuk membantu bangsa bertahan.

“Pemerintah selalu memiliki beberapa utang di neraca – pada hari-hari awal negara, “utang yang timbul selama Perang Revolusi Amerika sebesar USD 75 juta, terutama dipinjam dari investor domestik dan Pemerintah Perancis untuk bahan perang,” tulis Departemen Keuangan AS.

Tanpa disadari seiring bertambahnya utang, begitu pula pembayaran bunga atas utang tersebut melonjak. Mulai Maret 2023, dibutuhkan USD 384 miliar untuk memelihara utang, yang merupakan 12 persen dari total pengeluaran federal

Peningkatan utang juga dipicu peristiwa resesi hebat tahun 2008, dan pandemi Covid-19 tahun 2020. Namun, utang tersebut diperkirakan akan membengkak dengan cepat, karena jumlah pensiunan bertambah dan mereka mulai mengumpulkan Jaminan Sosial dan Perawatan Kesehatan.

Faktor terbesar pemicu Amerika Serikat gagal bayar

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menjelaskan faktor terbesar pemicu gagal bayar AS. Kata dia setidaknya ada tiga faktor penyebab krisis ekonomi AS.

Pertama, soal gemuknya belanja militer AS. Kedua karena banyaknya program pemberian insentif pajak terutama di era Presiden George Bush dan Presiden Donald Trump. Terakhir karena program jaminan sosial dan belanja kesehatan yang besar.

“Belanja militernya terlalu gemuk, banyak berikan insentif pajak terutama di era Bush dan Trump. Lalu social security program dan belanja kesehatan nya juga besar,”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button