Business

Pajak Jasa Hiburan Melambung 75%, Ancaman Bagi Pariwisata Indonesia?

Kalasela.id– Pemerintah Indonesia baru-baru ini mengumumkan kebijakan kontroversial dengan menetapkan Pajak Bareng dan Jasa Tertentu (PBJT) atas jasa hiburan hingga 75%. Kebijakan ini segera mendapat reaksi keras dari pelaku usaha di sektor pariwisata, mengundang pertanyaan serius tentang dampaknya terhadap industri yang baru saja pulih dari pandemi COVID-19.

Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Hariadi Sukamdani, memimpin barisan penolakan terhadap kebijakan ini. Menurutnya, tingkat pajak yang begitu tinggi bertentangan dengan tujuan pemerintah untuk mendukung industri pariwisata sebagai salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.

“Pengenaan batasan minimal 40% sampai 75% menurut pandangan kami ini justru akan mematikan industri ini,” ungkap Hariadi.

Namun, pandangan seimbang datang dari pakar strategi pariwisata Indonesia, Taufan Rahmadi. Rahmadi mengakui bahwa penerapan pajak hiburan dapat berkontribusi positif pada pendapatan negara, tetapi juga mengingatkan bahwa kebijakan ini dapat merugikan sektor pariwisata. Biaya hiburan yang besar dan tingginya biaya tiket wisata di Indonesia, mungkin dapat mengurangi minat wisatawan mancanegara untuk berkunjung.

“Penurunan ini bisa terjadi lantaran biaya hiburan yang besar, belum lagi biaya tiket wisata di Indonesia yang mahal,” jelas Rahmadi.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandaga Salahuddin Uno, memandang positif kebijakan tersebut. Uno yakin bahwa PBJT tidak akan merugikan industri jasa hiburan; sebaliknya, ia melihatnya sebagai peluang untuk memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan bagi pelaku industri tersebut.

“Jangan khawatir, para pelaku tetap akan kita fasilitasi,” ujar Uno dengan keyakinan.

Dengan sektor pariwisata baru saja mulai pulih dari dampak pandemi COVID-19, kebijakan ini menimbulkan ketidakpastian mengenai masa depan industri hiburan dan wisata di Indonesia. Pertanyaannya, apakah kesejahteraan industri dapat dipertahankan, ataukah pajak jasa hiburan yang tinggi akan membawa dampak negatif pada daya tarik pariwisata Indonesia? Semua mata tertuju pada implementasi kebijakan ini dan dampak konkretnya terhadap ekonomi pariwisata Tanah Air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kalasela/public_html/wp-includes/functions.php on line 5427

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kalasela/public_html/wp-includes/functions.php on line 5427