RembangTerkini

Nelayan Rembang Demo, Tolak Pajak Tangkapan Ikan 10 Persen

Rembang, Kalasela.id – Berita Rembang, Para nelayan dan pelaku usaha perikanan Kota Rembang, Jawa Tengah, menggelar aksi unjuk rasa. Aksi mereka sempat menutup jalur Pantura dan menimbulkan kemacetan hingga terpaksa lalu lintas dialihkan.

Bupati Rembang, H Abdul Hafidz menemui ribuan pendemo yang menggelar aksinya di depan Gedung DPRD Rembang,  Rabu (11/1/2023). Mereka menolak kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang menurut mereka sangat memberatkan nelayan.

Bupati Rembang Abdul Hafidz pun menandatangani komitmen meneruskan tuntutan nelayan Rembang

Perwakilan nelayan, Gunadi mengatakan, nelayan menolak kebijakan KKP tentang sejumlah aturan baru, yang dinilai memberatkan para nelayan.

Di antaranya menolak tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mencapai 10 persen yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 85 tahun 2021, karena dinilai memberatkan nelayan di tengah pengurangan subsidi BBM dan saat ini masuk musim paceklik.

Mereka juga menolak Peraturan Menteri Kalutan Perikanan ( Permen KP ) tentang penempatan alat penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) dan laut lepas serta penataan andon penangkapan ikan tentang penggunaan alat tangkap jaring berkantong yang hanya mendapatkan WPP 711 (30 mil ke atas) dan WPP 712. Nelayan juga meminta penambahan ke WPP 713.

“Tuntutan  menolak PNBP pasca produksi dengan indeks tarif 10 persen dan meminta pemberlakuan maksimal tidak lebih dari 3 persen. Dua meminta harga BBM industri khusus nelayan, menolak sanksi administrasi 1000 persen, menolak kebijakan penangkapan ikan terukur, lima meminta WPP RI 713 untuk kapal alat tangkap jaring berkantong, enam meminta Perda perlindungan nelayan terkait transaksi keuangan di TPI, ” kata dia seperti dirilis rembangkab.go.id.

Menanggapi sejumlah tuntutan pendemo, Bupati berjanji akan mendampingi nelayan untuk audiensi ke Pemerintah Pusat.

Sikap Bupati itu sudah pernah terbukti ketika ikut menyampaikan tuntutan nelayan cantrang ke Pemerintah Pusat.

“Nanti perwakilan nelayan siapa yang akan mendampingi saya dengan DPRD ke Pemerintah Pusat, setuju nggeh. Sudah itu, ini tanggung jawab saya untuk menyampaikan tuntutan nelayan ke Pemerintah Pusat, seperti waktu permasalahan cantrang, kita ingin bersama-sama dengan masyarakat nggeh. Kita dampingi bertemu dengan menteri bahkan kalau perlu sampai ke pak Presiden,” kata Bupati Rembang di depan ribuan nelayan.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menandatangani komitmen segera meneruskan tuntutan nelayan ke Pemerintah Pusat. Tak berselang lama setelah Bupati menemui nelayan, para peserta aksi demo membubarkan diri dengan tertib. Arus lalu lintas yang sempat tersendat kembali normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kalasela/public_html/wp-includes/functions.php on line 5427

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kalasela/public_html/wp-includes/functions.php on line 5427