TerkiniWorld

MU Raih Trofi Pertama di 2023, Akhiri Puasa Gelar

Rembang, Kalasela.id- Manchester United (MU) berhasil meraih trofi juara pertama di tahun 2023. Pada gelaran Piala Liga MU sukses mengalahkan Newcastle United di laga final. Kemenangan ini sekaligus membuat MU mengakhiri enam tahun puasa gelar.

Pertandingan antara MU vs Newcastle ini berlangsung di Wembley Stadium, Minggu (26/02/23) waktu setempat. Skor akhir 2-0 menjadi hasil manis bagi skuad Setan Merah.

Gol sundulan Casemiro yang tercipta memalui set piece membuka keungulan MU di babak pertama. Selang enam menit, Marcus Rshford memaksa Sven Botman untuk menyarangkan gol bunuh diri ke gawang Loris Karius.

Tertinggal 2 gol Newcastle berusaha bangkit di babak kedua. Namun skor 2-0 menjadi penutup laga final malam itu.

Baca Juga : Manchester United Sukses Menyingkirkan Barcelona dari Liga Eropa

                 Manchester United Jadi Rebutan Konglomerat

Trofi Piala Liga Penting untuk MU

Meski banyak orang menilai bahwa trfi piala liga hanyalah piala kaleng alias piala chiki, tapi trofi ini sangat dibutuhkan untuk kemajuan MU. Setidaknya trofi ini berhasil menghapus dahaga fans yang sudah lama tak melihat tim kesayangannya meraih juara.

Terakhir kali MU mengangkat piala terjadi di era Jose Mourinho di ajang Piala Eropa 2016/2017.
Selain itu, ini adalah bukti bahwa skuad MU telah bangkit dan perlahan-lahan menuju tempat dimana ia seharusnya berada. Terlebih lagi hasil ini menjadi pendorong semangat bagi para pemain yang masih berlaga di 3 ajang tersisa yaitu, Liga Inggris, Liga Eropa dan Piala FA.

Bukan tidak mungkin musim ini MU akan berhasil untuk meraih trofi lagi dan memuluskan jalan mereka untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Eropa.

Kredit untuk Erik ten Hag

Permainan apik MU tak lepas dari kepiawaian Erik ten Hag menyusun strategi untuk para pemain United. Meski mengagumi strategi total football dan gegenpresing, Erik tak serta merta menkean para pemainnya untuk menggunakan taktik tersebut. Bahkan ia juga menegaskan tak akan menggunakan gaya permainan seperti saat menangani Ajax setidaknya untuk beberapa tahun ke depan.

Saat ini yang ia jalankan adalah strategi proaktif yang mampu menyesuaikan kemampuan pemain dan responsif terhadap lawan. Beberapa pertandingan yang telah United jalani, menunjukkan kepiawaiannya dalam meramu tim dengan cara unik yang tak banyak orang tau. Bahkan sebagian pengamat sepakbola tak mengerti alasan dibalik masuknya Mac Tominay sebagai pengganti Weghorst di posisi nomor 9. Atau saat weghorst ditarik keposisi nomor 10 dan rasford di posisi nomor 9. Tapi lagi-lagi strategi unik itu berhasil dan terlihat bagaimana suasana ruang ganti United kembali bergairah.

Tak hanya dari strategi permainan, Erik juga sukses mengembalikan gairah para pemain dan semangat juang mereka. Kita tahu bahwa sebelum kedatangan Erik, MU layaknya tim yang kehilangan jati diri dan hampir semua pemain tampak menurun dan kehilangan harapan. Namun setelah ia datang, MU seperti menemukan jalan untuk kembali ke tempatnya semula.

Tentu perjalanan masih panjang bagi MU untuk kembali ke singgasana sepak bola Eropa, namun masih ada 3 kompetisi yang bisa mereka menangkan di sisa musim ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button