BusinessTeknologiTerkini

Microsoft Bertaruh Besar Pada Pembuat chatGPT Dalam Perlombaan Untuk Mendominasi A.I

Rembang, Kalasela.id – Dunia mengalami gangguan yang mengerikan pada tahun 2022 dari inflasi dan kenaikan suku bunga Federal Reserve, tahun yang mengerikan bagi pasar saham, gejolak politik global, perang di Eropa, dan krisis kemanusiaan.

Namun tahun 2022 juga merupakan tahun dimana jutaan orang diperkenalkan dengan kemampuan canggih kecerdasan buatan (AI) melalui aplikasi kontroversial DALL-E 2 dan ChatGPT. Setidaknya satu raksasa teknologi ikut serta. Microsoft (MSFT 0,30%) dilaporkan sedang dalam pembicaraan untuk menginvestasikan $10 miliar di DALL-E 2 dan perusahaan induk ChatGPT, OpenAI.

Kepopuleran ChatGPT belakangan ini akhirnya membawa berkah bagi sang pengembang, OpenAI. Selain produknya kini digunakan banyak orang, di sisi lain banyak investor besar yang mulai melirik eksistensinya.

Salah satu raksasa teknologi yang sedang memperhatikan OpenAI adalah Microsoft. Tidak tanggung-tanggung, Microsoft disebut tengah berencana untuk memberikan investasi sebesar $10 miliar kepada OpenAI.

Informasi tesebut dilaporkan oleh Semafor yang menjelaskan bahwa investasi yang akan dilakukan Microsoft ini bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya, Microsoft sempat memberikan suntikan dana $1 miliar pada tahun 2019.

Dengan investasi tambahan Microsoft yang mencapai 10 kali lipat dibandingkan sebelumnya, ditambah lagi dengan investasi dari pihak-pihak lain, valuasi OpenAI nantinya akan menjadi $29 miliar.

Microsoft disebut akan mendapat bagian 75% keuntungan dari OpenAI hingga mereka bisa menutup nilai yang telah diivestasikan Microsoft. Setelahnya, Microsoft akan memiliki 49% saham dari OpenAI
Beberapa investor lain nantinya akan mendapat 49% saham lainnya. Sedangkan perusahaan OpenAI yang memang bersifat nirlaba hanya akan memegang 2% saham saja.

Meskipun investasi yang diberikan oleh Microsoft sangat menakjubkan, namun OpenAI juga harus mulai memaksimalkan pendapatan dari produk-produk mereka seperti ChatGPT dan juga AI jago gambar, DALL-E.

Karena untuk operasional saja, kedua produk dari OpenAI tersebut telah menghabiskan beberapa sen di setiap chat-nya. Angka yang terlihat sangat kecil dibandingkan investasi yang diberikan Microsoft.

Namun bila dikalikan dengan jumlah pengguna yang mencapai jutaan orang maka bisa dibayangkan biaya operasional yang dihabiskan OpenAI setiap harinya.

Ditambah lagi sistem berbayar baik untuk ChatGPT dan DALL-E hingga kini masih bersifat opsional, dengan banyak orang yang masih dapat memanfaatkan layanannya secara gratis setiap harinya.

Hal tersebut tentu membawa kemungkinan bahwa di satu titik OpenAI akan mengubah bisnis produknya menjadi sistem berbayar atau berlangganan penuh.
Di sisi lain, uang masif yang digelontorkan Microsoft memberikan keuntungan yang tidak kalah besar. Dengan membawa OpenAI di bawah sayapnya, Microsoft semakin mengokohkan posisinya sebagai pimpinan teknologi.

Microsoft juga kini dapat bekerja sama langsung dengan OpenAI dalam pengembangan Microsoft Cloud. Ke depannya Microsoft dikabarkan akan mengimplementasikan beberapa teknologi OpenAI ke beberapa produknya.

Beberapa produk Microsoft yang akan mendapatkan teknologi dari produk OpenAI antara lain adalah Microsoft Word, Microsoft Outlook, hingga mesin pencarian mereka, Bing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button