Baru TahuSejarahTerkini

Menghidupkan Kuliner Tradisional di Kancah Internasional

Ada sebuah video yang beberapa hari ini sedang trending di media sosial TikTok. Video yang diunggah oleh akun @masterchefau ini memperlihatkan seorang peserta sedang memasak kembang goyang. Ya, benar-benar kuliner kembang goyang yang biasanya ada di hajatan-hajatan dan momen lebaran itu. Dalam video ini, Linda tampak mahir dalam mengolah kuliner itu hingga mendapatkan pujian dari juri masterchef australia. Linda juga menjelaskan bagaimana ia memasak kuliner ini secara menarik kepada juri. Kolom unggahan video ini pun dibanjiri dengan komentar netizen Indonesia dan juga beberapa netizen luar yang merasa senang ada yang mengangkat makanan dari negaranya ke kompetisi masak bergengsi ini.

@masterchefau

Step 1: Make lotus flowers 🌸 Step 2: Impress your mentor ✅ #MasterChefAU #MasterChef #cooking #baking #FoodTok

♬ original sound – MasterChef Australia

Saya sendiri ketika melihat video ini cukup tercengang karena kuliner tradisional ini seperti diangkat pamornya ke kancah internasional. Padahal jika kita melihat kompetisi masak yang serupa justru kuliner luar yang lebih banyak di ekspos kemudian dinamai dengan bahasa asing hingga seolah menjadi hidangan yang luar biasa jika dibandingkan dengan hidangan asli kita. Tentu tidak di semua kompetisi namun seringnya demikian. Memasak hidangan makanan bangsa asing tentu tidak masalah asalkan hidangan kita sendiripun juga mendapatkan tempat dalam kompetisi masak bergengsi sehingga kuliner asli kita tidak tergerus dan dilupakan oleh generasi selanjutnya.

Kuliner bukan hanya semata-mata sebagai makanan melainkan juga sebagai budaya yang menyertai perjalanan kehidupan sosial bermasyarakat dari pendahulu hingga generasi berikutnya. Kuliner ini seakan-akan sebagai tali penghubung lintas generasi untuk menyampaikan pesan dan nilai –nilai luhur dari masa ke masa. Coba kita lihat makna terciptanya sebuah hidangan, untuk apa hidangan itu ada, dan pada momen apa hidangan itu dibuat. Semua kekayaan ini adalah warisan yang tak tergantikan dan harus terus dilestarikan.

Sekarang kita lihat dimasa kini berapa banyak hidangan dan kuliner yang pada masa kecil kita ada sekarang telah jarang kita jumpai. Justru yang sering kita jumpai adalah hidangan dari negara lain yang viral dimedia sosial lalu diadopsi dan diramaikan banyak oleh cafe dan resto. Seakan-akan kita sudah lupa bahwa banyak kuliner kita yang bernilai tinggi namun tidakmendapatkan tempat di etalase terbaik kita. Jangan sampai suatu saat nanti anak-anak kita tidak tau apa yang namanya lemper, sredek, kaoya, kembang goyang dan kuliner tradisional lainnya.

Masih ada kesempatan bagi kita untuk kembali menghidupkan kuliner tradisional nusantara untuk dikenal ke seluruh penjuru dunia seperti dalam video yang viral ini. Perlu kita pahami bahwa tidak ada yang namanya kasta dalam kuliner. Kuliner tradisional tidak lebih rendah kedudukannya dibandingkan dengan kuliner dari negara luar. Justru kuliner tradisional kental akan nilai dan filosofi luhur yang erat kaitannya dengan kehidupan bermasyarakat sejak pendahulu kita.

Kita coba pelan-pelan menghidangkan kuliner tradisional diacara-acara keluarga dan acara resmi kedinasa misalnya. Kita perkenalkan budaya kuliner kita kepada-tamu negara berdampingan dengan kuliner mereka sehingga meraka mengetahui kekayaan kuliner kita. Sekali lagi, kuliner tradisional itu keren dan kita patut bangga karena negaara ini kaya akan kuliner tradisionalnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kalasela/public_html/wp-includes/functions.php on line 5427

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kalasela/public_html/wp-includes/functions.php on line 5427