Umum

Mengenal Garam Hitam, Eksotisme dalam Keasinan

Kalasela.id– Garam merupakan salah satu bumbu dapur yang paling umum dan penting dalam proses memasak. Keberadaannya tak hanya memberikan rasa asin pada hidangan, tetapi juga dapat mengubah citarasa suatu makanan secara keseluruhan. Namun, di tengah keberagaman jenis garam yang ada, ada satu jenis yang menonjol dengan keunikannya yang eksotis, yaitu garam hitam. Dikenal pula sebagai “Black Salt” atau “Kala Namak,” garam hitam telah menjadi incaran banyak koki dan penggemar kuliner di seluruh dunia. Pertanyaannya, seperti apa garam hitam itu? Mari kita sama-sama mengenal garam hitam lewat artikel ini.

Asal Usul dan Proses Pembuatan

Garam hitam bukanlah garam yang benar-benar berwarna hitam, melainkan garam dengan warna yang lebih gelap daripada garam meja biasa. Asal usulnya dapat ditelusuri ke beberapa negara di Asia Selatan, seperti India, Pakistan, dan Nepal. Garam hitam adalah hasil ekstraksi dari batuan garam alam atau larutan garam dengan menggunakan metode tradisional atau modern.

Ada dua jenis garam hitam yang umum, yaitu garam hitam India (Kala Namak) dan garam hitam vulkanik. Garam hitam India berasal dari tambang garam alam dan memiliki warna yang agak ungu kecoklatan. Proses pemanasannya dengan campuran bahan-bahan seperti biji asam bambu atau biji fenugreek memberikan aroma dan rasa yang khas. Sedangkan garam hitam vulkanik ditemukan di beberapa wilayah yang memiliki aktivitas vulkanik. Garam ini diperoleh dengan menggiling garam yang ditarik dari dalam bumi, dan mengandung mineral alami yang memberikan warna gelap dan rasa khas.

Aroma dan Rasa yang Eksotis

Salah satu alasan utama mengapa garam hitam begitu menarik adalah aroma dan rasa eksotis yang ada. Garam hitam India memiliki aroma yang kuat dan khas, mirip dengan aroma telur rebus yang sedang mendingin. Inilah mengapa garam hitam sering menemani hidangan vegan sebagai pengganti telur, karena dapat memberikan aroma dan rasa yang mirip dengan telur. Sementara itu, garam hitam vulkanik memiliki karakter rasa yang lebih kompleks, dengan sentuhan mineral dan bumi yang mendalam.

Penggunaan dalam Kuliner

Garam hitam sering menjadi bumbu akhir atau finishing touch pada hidangan. Meskipun dapat menyertai dalam berbagai jenis makanan, ada beberapa hidangan yang sangat cocok dengan garam hitam:

  1. Tofu Scramble: Dalam masakan vegan tofu scramble, garam hitam India memberikan rasa telur rebus yang autentik.
  2. Raita: Dalam hidangan India seperti raita, garam hitam dapat memberikan aroma dan rasa yang istimewa.
  3. Salad Buah: Garam hitam vulkanik sering menyertai salad buah untuk menambahkan dimensi rasa yang unik.
  4. Makanan Asia Selatan: Dalam masakan India, Pakistan, dan Nepal, garam hitam merupakan bumbu yang umum dalam berbagai hidangan, seperti chutney, chaat, dan banyak lagi.

Manfaat Kesehatan dari Garam Hitam

Meskipun garam hitam terkenal karena aroma dan rasanya, beberapa klaim kesehatan juga melekat padanya. Beberapa pendukungnya berpendapat bahwa garam hitam mengandung lebih sedikit natrium daripada garam meja biasa, dan mengandung mineral tambahan seperti belerang, besi, dan magnesium. Bahkan sebuah artikel menyebutkan bahwa garam hitam baik untuk kesehatan jantung, meredakan kejang otot dan kram, hingga meredakan masalah percernaan. Namun, semua  klaim manfaat tersebut perlu pembuktian lebih lanjut lewat penelitian ilmiah.

Itulah sedikit uraian tentang bumbu eksotis dari Asia Selatan. Lewat artikel  ini kita dapat mengenal garam hitam dengan lebih baik. Garam hitam adalah contoh sempurna bagaimana sebuah bumbu mampu mengubah rasa dan aroma suatu hidangan. Kekhasannya yang eksotis menjadikan garam hitam pilihan menarik bagi para koki yang ingin memberikan sentuhan istimewa pada hidangan mereka. Dari penggunaannya dalam hidangan India hingga menjadi bahan favorit dalam masakan vegan, garam hitam telah membuktikan bahwa ia adalah si asin yang eksotis dengan daya tarik unik. Namun, seperti dalam penggunaan bumbu lainnya, keseimbangan dan porsi tetaplah kunci dalam menciptakan hidangan yang lezat dan seimbang secara nutrisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kalasela/public_html/wp-includes/functions.php on line 5427

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kalasela/public_html/wp-includes/functions.php on line 5427