OpiniRembangSejarah

Memajukan Pariwisata Tak Cukup Hanya dengan Duta Wisata

Mas dan Mbak Rembang yang baru telah resmi terpilih pada tanggal 30 Juli 2022. Pada malam Grand Final tersebut, Bagas Ervi sebagai perwakilan dari SMAN 1 Rembang berhasil menjadi yang terbaik dalam pemilihan Mas Duta Wisata Rembang. Sementara itu, Mardilla Budi yang merupakan perwakilan umum berhasil menjadi Mbak Duta Wisata Rembang setelah mengalahkan para pesaingnya.

Pada malam tersebut Bupati Rembang menyampaikan bahwa untuk memajukan pariwisata di Rembang harus terbentuk sinergi antara pemerintah dan juga masyarakat terutama keterlibatan generasi muda. Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa kekayaan alam dan wisata di Rembang tidak kalah dengan kota lain namun masih perlu untuk dipromosikan.

Dalam kesempatan itu juga, Bupati mengatakan bahwa sektor pariwisata memberikan kontribusi yang besar bagi ekonomi warga Rembang. Oleh karena itu, PemKab terus memberikan perhatian khusus dalam mempromosikan dan membangun pariwisata Rembang. Melalui duta wisata ini juga diharapkan mampu mempromosikan pariwisata Rembang secara luas.

Saya pribadi sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Rembang untuk terus berusaha membangun perekonomian Rembang melalui sektor pariwisata. Kegiatan ini sudah tentu memiliki tujuan yang baik seperti yang sudah sering disampaikan. Namun apakah benar dengan adanya duta wisata mampu meningkatkan pendapatan sektor pariwisata Rembang secara signifikan?

Sejauh yang saya ketahui tidak ada bukti secara empiris yang membuktikan bahwa duta wisata berpengaruh besar terhadap kemajuan pariwisata daerah. Justru dari beberapa studi empiris yang dilakukan menunjukkan belum dirasakan adanya kemajuan di bidang pariwisata daerah secara signifikan. Hal ini dikarenakan masalah utama dalam pengembangan pariwisata adalah pembangunan kawasan penunjang destinasi wisata itu sendiri.

Sebuah kawasan wisata yang indah dengan akomodasi, aksesibilitas dan infrastuktur yang bagus tentu akan lebih banyak menarik minat wisatawan jika dibandingkan dengan kawasan yang minim akses. Promosi itu ibarat sebuah pintu sedangkan kawasan wisata itu adalah tujuannya. Jika promosi itu dilakukan sebaik mungkin namun pengembangan kawasan tidak dilakukan bahkan tidak direncanakan maka pariwisata yang maju hanyalah angan-angan belaka.

Pembangunan kawasan wisata juga bukan hanya semata-mata membangun jalan jembatan dan bangunan saja, melainkan juga membangun kultur dan kebiasaan masyarakat setempat. Seperti kebiasaan menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan atau dengan cara lain yang sejenis. Kawasan yang bersih dan tertata rapi tentu juga mampu menjadi daya tarik tersendiri di sektor pariwisata. Kita ambil satu contoh pembangunan destinasi wisata unggulan Rembang yaitu Pantai Karang Jahe alias KJB.

KJB menjadi contoh sebuah destinasi wisata yang memiliki semua elemen untuk menjadikannya terkenal seperti sekarang ini. Mulai dari akomodasi, aksesibilitas, infrastruktur hingga manajemen pengelolaannya termasuk dalam kategori yang sudah baik. Padahal jika kita melihat KJB yang dulu tak lebih dari sebuah pantai berpasir putih. Namun dengan sebuah langkah perubahan dari warga setempat dengan membersihkan pantai dan menanam pohon, mampu menjadi titik awal dari destinasi KJB yang ramai dikunjungi.

Intinya memajukan pariwisata daerah tak cukup hanya dengan menunjuk Duta wisata melainkan juga penting untuk membangun kawasan wisata itu sendiri. Apabila keduanya mampu dijalankan maka kemajuan pariwisata bukan hanya sekedar angan-angan dan kata-kata saja.

Nah, Menurutmu sudah sejauh mana pengembangan pariwisata di Kabupaten Rembang? (MHZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button