HUT Rembang 281RembangReview

Lontong Tuyuhan: Sebuah Citarasa dalam Cerita

Lontong sayur dan lontong opor adalah dua jenis kuliner berbahan lontong yang sudah banyak dikenal masyarakat. Akan tetapi, ada satu kuliner khas dari Rembang yang juga berbahan lontong yaitu lontong tuyuhan. Nama yang unik ini pada awalnya kurang dikenal oleh mereka yang bukan berasal dari Rembang. Namun dalam beberapa tahun terakhir, kuliner satu ini sudah menunjukkan eksistensinya di khalayak ramai. Banyak pelancong dari luar daerah yang kini menyempatkan diri untuk bisa merasakan nikmatnya seporsi lontong tuyuhan khas Rembang. Bahkan dapat dikatakan belum berkunjung ke Rembang jika belum mencoba kuliner satu ini.

Ciri khas dan Citarasa Lontong Tuyuhan

Kuliner ini dapat dijumpai di Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang. Harga yang harus dibayar untuk seporsi kuliner ini bervariasi tergantung lauk apa yang dipilih untuk mendampingi Sang lontong. Meski begitu masih termasuk murah jika dibandingkan dengan kenikmatan yang dirasakan dari seporsi kuliner ini. Secara tampilan kuliner ini tidak jauh berbeda dengan lontong opor yang berbahan dasar ayam yang diolah dengan bumbu kuning. Hanya saja lontong tuyuhan tidak menggunakan lontong pada umumnya yang berbentuk lonjong melainkan lontong yang dibentuk kerucut mirip seperti tumpeng.

Bentuk lontong yang unik ini menjadi ciri khas yang membedakan kuliner satu ini dengan kuliner lontong lainnya. Selain bentuk yang unik, cita rasa lontong tuyuhan juga tak kalah menarik. Pasalnya kuliner satu ini menggunakan kuah dari olahan ayam kampung yang dipotong 8 bagian dengan tambahan tempe dan sate jeroan ayam sebagai pendamping. Aroma kuah opor yang berasal dari bumbu halus disertai rempah-rempah juga menambah kenikmatan kuliner ini.

Betapa syahdunya ketika berkunjung ke Rembang lantas menikmati seporsi lontong tuyuhan sambil diguyur rintikan hujan. Sungguh akan menjadi memori yang indah selama kunjungan ke Kabupaten Rembang. Apalagi jika dalam kesempatan itu ditemani oleh orang-orang terkasih, sungguh sebuah kenikmatan yang berlipat ganda.

Cerita Asal Mula Lontong Tuyuhan

Selain citarasa yang luarbiasa, ternyata kuliner ini juga memiliki cerita. Dikutip dari cnnindonesia.com, nama tuyuhan berasal dari bahasa jawa yaitu uyuh yang berarti kencing. Dalam artikel tersebut disebutkan bahwa kuliner ini bermula sejak masa Sunan Bonang mengajarkan syariat Islam di Rembang. Kemudian disaat Sunan Bonang sedang berdakwah, ada seseorang yang memusuhi beliau bernama Blancak Ngilo. Hanya saja Sunan Bonang berjanji ketika menghadapi Blancak Ngilo tidak akan menggunakan kekerasan.

Suatu ketika, Blancak Ngilo sedang makan lontong di sawah. Ketika sedang asik menyantap makanannya, tiba-tiba ia melihat Sunan Bonang sedang menuju kearahnya. Tentu saja Blancak Ngilo terkejut dan lari ketakutan sampai terkencing-kencing karena tidak siap menghadapi Sunan Bonang. Lalu, Sunan Bonang juga berpesan bahwa suatu saat nanti lontong tuyuhan akan menjadi sumber kesejahteraan bagi warga setempat. Dari peristiwa inilah kuliner tersebut dinamakan lontong tuyuhan.

Benar atau tidaknya kisah ini tentu dapat didiskusikan. Namun dengan adanya kisah ini justru semakin menegaskan bahwa lontong tuyuhan bukan hanya sebagai sebuah kuliner yang dapat dirasa secara fisik namun juga memberikan nilai-nilai yang dapat dirasa melalui batin. kisah dan kuliner ini juga memberikan pelajaran bahwa dalam setiap masakan yang tersaji dimeja-meja kita itu adalah warisan nilai yang luhur dari pendahulu kita. sudah saatnya kita bangga menjadi warga yang kaya akan nilai dan budaya. Semangat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button