RembangRembang Hari Ini

Lasem Bergerak Selamatkan Bongpai Kuno Terlantar

Lasem,kalasela.id- Komunitas Pelestarian Lasem tengah berupaya menyelamatkan bongpai tionghoa kuno. Pasalnya ditemukan sejumlah bongpai itu tidak terawat , bahkan ada yang digunakan untuk jembatan.

Salah satu pemerhati sejarah Lasem Agik NS menuturkan dirinya prihatin atas nasib bongpai kuno itu. Bongpai seharusnya bisa menjadi aset sejarah dan edukasi bagi generasi saat ini.

“Kita merasa prihatin makam- makam kuno inikan bagian dari sejarah Lasem, harusnya kita rawat. Namun kondisi di lapangan ada yang hilang , ada yang dipakai jembatan di atas selokan, ” ungkapnya.

Agik menambahkan dirinya bersama aktivis pelestari Lasem juga mengumpulkan nisan tak bertuan, tidak memiliki ahli waris. Ada juga nisan yang sudah hancur atau hilang karena lahannya sekarang menjadi pemukiman.

Ia mengungkapkan awalnya mendata 5 bongpay. Setelah turun ke lapangan ternyata ada temuan lagi sekitar enam.

“Ada tambahan 4 itu nisan. Kemudian dua yang belum terlihat itu batu 2 dari makam, kemungkinan altar bukan nisan, ” imbuhnya.

Dirinya kini terus berkoordinasi dengan  sejumlah pihak terkait. Seperti koordinasi dengan Kepolisian dan Kepala Desa termasuk penggantian jembatan yang semula dari bongpai.

Penyelamatan bongpai tionghoa kuno itu sesuai dengan Undang- undang Nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya. Tepatnya pasal 56 tentang perlindungan, pasal 57 sampai 60 tentang penyelamatan dan pasal 61-71 tentang pengamanan.

Sejumlah bongpai kuno yang diselamatkan saat ini disimpan di kantor Polsek Lasem. Polsek Lasem dalam hal ini sangat mendukung.

Kapolsek Lasem, AKP Arif Kristiawan mengatakan usaha pelestarian benda cagar budaya perlu didukung. Sehingga jajarannya mendukung kegiatan yang dilakukan komunitas di Lasem itu.

“Nisan itu termasuk sejarah , karena menyimpan informasi¬† tahun, tahunnya tua- tua. Nisan kuno perlu diselamatkan, bisa jadi pelajaran menambah ilmu pengetahuan kita di masa kini, ” imbuhnya.

Bongpai yang diselamatkan meliputi batu nisan kuno Kapitan Cina Lasem berangka tahun 1882 ditemukan menjadi jembatan saluran air di desa Sumbergirang.

Dua batu nisan Marga Lim, yang satu berangka tahun 1785 yang terlantar di bawah pohon bambu desa sumbergirang dan berangka tahun 1736 ditemukan telah menjadi jembatan saluran air di desa yang sama. Kemudian Bong Tan Dusun Brangkal Desa Jolotundo  yang diperkirakan tahun 1696- 1820. (Mcs/Yog)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button