Ilustrasi oleh Pixabay

Kisah Tragis Dibalik Serial Animasi Anak

Siapa diantara kita yang dulu semasa kecil sangat gemar menyaksikan serial animasi? atau sampai sekarangpun masih gemar?

Tom & Jerry, Dora The Explorer, Blues Clues hingga Spongebob Squarepants adalah beberapa judul animasi yang populer waktu kecil dulu. Selain animasi barat, anime jepang seperti Dragon Ball, Naruto, Beyblade, Doraemon, Let’s Go, Captain Tsubasa juga menjadi tontontan wajib yang terkadang mengganggu jadwal les sore atau jadwal ngaji madrasah. Ya kan?

Beberapa judul di atas mungkin tidak banyak dikenal oleh anak-anak zaman sekarang yang lebih familiar dengan upin ipin dan kawan-kawan.

Tapi tahukah bahwa beberapa judul serial anak yang popular sekarang ini ternyata memiliki kisah tragis?

Upin dan Ipin

Serial satu ini seperti sudah menjadi tontonan wajib bagi anak-anak sekarang. Hampir setiap hari di pagi dan sore hari , tak susah untuk menemukan tayangan ini di TV swasta nasional. Meskipun dengan cerita yang ringan dan dibuat untuk anak-anak, nyatanya belakangan ini ada kisah tragis yang viral terkait asal-usul serial ini.

Kabar yang viral di tiktok dan twitter itu menyebutkan bahwa serial animasi anak tersebut berasal dari kisah nyata. Diceritakan bahwa ada sebuah keluarga yang mengalami kecelakaan yang menewaskan satu keluarga dengan dua anak kecil bernama Arufin dan Arifin. Mendapat kabar kecekalaan tersebut si nenek merasa terpukul dan tak percaya bahwa anaknya, menantu dan dua orang cucunya meninggal dunia.

Setelah kejadian ini si nenek terus berkhayal bahwa dua cucu kesayangannya itu masih hidup dan terus menemaninya. Nah, Cerita ini diyakini oleh sebagian masyarakat sebagai inspirasi dari serial animasi anak Upin & Ipin.

Masha and The Bear

Animasi Masha and The Bear merupakan serial yang populer di kalangan anak-anak. Animasi berbahasa asli Rusia ini pertama kali ditayangkan di TV swasta nasional pada tahun 2009. Meskipun sangat digemari oleh anak-anak, namun ada kisah tragis yang ada dibalik pembuatan animasi ini. Sebagian orang percaya bahwa animasi ini terinspirasi kisah nyata.

Diceritakan bahwa seorang anak perempuan yang sangat menyukai sirkus, mengajak orangtuanya untuk menyaksikan pertunjukan sirkus. Ketika sedang asik menyaksikan pertujukan sirkus itu, si anak terlepas dari pengawasan orang tuanya.

Anak perempuan tadi diam-diam mendatangi sebuah kandang beruang sirkus. Malangnya, anak itu diserang oleh beruang yang sedang kelaparan hingga meninggal dunia.

Orang tua anak itu depresi berat setelah mengetahui anaknya tewas diserang beruang hingga akhirnya mereka mengakhiri hidupnya masing-masing.

Spongebob Squarepants

Spongebob merupakan karakter yang periang, ceria dan lucu. Karakter kuning bercelana kotak ini banyak digemari anak-anak dalm serialnya yang ditayangkan oleh salah satu TV swasta nasional.

Siapa sangka dibalik kelucuan karakternya, animasi Spongebob Squarepants dipercaya menyimpan kisah tragis. Sebuah akun tiktok @chopdcast menyebut animasi ini menggambarkan kisah korban radiasi nuklir. Ia mengungkapkan bahwa kota Bikini Bottom tempat tinggal Spongebob, sebenarnya bernama Bikini Atoll. Seperti diketahui bahwa Bikini Atoll adalah bekas tempat ujicoba bom atom milik Amerika Serikat.

Pemilik akun tik tok itu menambahkan bahwa penampilan yang aneh dari karakternya adalah penggambaran bagaimana sebuah makhluk hidup yang terpapar oleh radiasi nuklir dari bom atom.

Doraemon

Doraemon adalah anime Jepang yang sangat popular hingga saat ini. Hampir semua orang akan langsung terbayang sosok kucing robot berwarna biru dengan kantong ajaib diperutnya ketika menyebut doraemon. Animasi doraemon menceritakan kehidupan sehari-hari seorang anak bernama nobita dengan robot kucing bernama doraemon. Dalam ceritanya, nobita adalah anak yang selalu mengandalkan Doraemon untuk menyelesaikan masalahnya.

Konon di balik serial animasi animasi ini karakter nobita terinspirasi dari kisah nyata dari seorang anak penderita skizofrenia di Jepang. Anak ini menderita penyakit yang membuatnya tidak mampu membedakan antara kenyataan dan khayalan. Tak kuat menghadapi kejamnya realita, anak ini memutuskan untuk bunuh diri di usianya yang ke-16 tahun.

Semua cerita diatas hanya sebatas mitos yang mengiringi jalan cerita animasi-animasi tersebut. Banyak yang mempercayainya namun tak sedikit pula yang meragukannya.

Jadi bagaimana menurutmu? Percaya atau tidak?

 

Kontributor : Rizal