Baru TahuTerkini

Kisah Keluarga Pendiri Nuttela, Cokelat Populer di Dunia

Penemuan hazelnut terjadi pada tahun 1806 selama Perang Napoleon. Blokade yang dilakukan oleh Jendral Perancis terhadap musuhnya di laut Inggris menyebabkan krisis kakao di berbagai negara Eropa.  Pietro Ferrero kembali membuat gianduja di tahun 1946 karena krisis kakao yang terjadi lagi setelah Perang Dunia II.  Gianduja hadir dalam bentuk balok seperti mentega yang diiris untuk dimakan bersama roti. Tentunya muncul berbagai pertanyaan mengapa harus kacang yang menjadi bahan campuran untuk membuat Hazelnut, jawabannya adalah kekayaan alam Alba yang terdapat di wilayah barat laut Italia adalah pohon hazel yang menghasilkan kacang berlimpah. Kacang dipercaya dapat melengkapi cita rasa kakao yang pahit dan memiliki kandungan lemak yang tinggi.

Camilan populer berbentuk olesan yang berhasil diproduksi oleh Pietro diberi nama Suprecrema di tahun 1951. Kemudian pada tahun 1964 Pemerintah Italia melarang penggunaan kata “superlative” sehingga pihak The Ferrero memutuskan mengganti nama produk mereka menjadi “Nutella”. Nama tersebut dipilih dengan tujuan untuk membangkitkan rasa kacang pada camilan yang mereka produksi.

Nutella menjadi bisnis keluarga yang dikelola bersama dibawah naungan The Ferrero. Putra dari Pietro yang bernama Michele menjadi pelopor perubahan pada The Ferrero setelah mengabil alih operasi produksi di tahun 1957. Michele telah diprediksi sebagai ahli resep rahasia makanan di dunia, dan dirinya dijuluki sebagai Willy Wonka. Sebagai pemiliki dari The Ferrero yang sangat dicintai, Michele telah menetapkan kontrak kerja seumur hidup bagi penduduk Alba.

Perubahan nama produk dari Suprecrema menjadi Nutella terjadi atas berbagai riset yang dilakukan oleh Michele. Komposisi dari Nutella terdiri dari kakao, mentega, dan gula yang lebih banyak. Setiap hari Michele menciptakan dan menguji cita rasa produk baru yang dikembangkannya. Michele berhasil sebuah produk baru di tahun 1982, produk tersebut adalah praline yakni wafer berlapis yang diisi dengan hazelnut dan coklat. Butuh lima tahun untuk Michele menyempurnakan resep praline.

Di pertengahan tahun 1980-an penjualan Ferrero berhasil melewati angka lebih dari 1 Milyar USD dan menjadi sebuah operasi global. Tepat ketika bisnis Ferrero berada di tangan Michel, kedua puteranya yakni Pietro dan Giovanni telah didik untuk mengambil alih bisnis Ferrero. Sebelum Ferrero secara resmi diberikan kepada Pietro dan Givanni, Michele melakukan sebuah ujian yang legendaris yakni dengan menutup kedua mata puteranya dan menemukan jalan keluar dengan menggunakan indera penciuman.

Giovanni dan Pietro menduduki jabatan sebagai co-CEO pada tahun 1997 saat Giovanni berusia satu tahun lebih muda dari Pietro yang saat itu berusia 34. Di tangan mereka, Ferrero menghasilkan 5 Milyar USD per tahun. Michele selalu menekankan kepada kedua anaknya itu untuk tidak menjual Ferrero meski tawaran akuisi telah membombardir keduanya.

Peristiwa yang cukup menyakitkan bagi The Ferrero terjadi ketika Pietro dinyatakan meninggal dunia karena terkena serangan jantung saat bersepeda di Afrika Selatan pada tahun 2011. Pietro meninggal ketika berusia 47 tahun. DI tahun 2015 The Ferrero kembali berduka dengan kabar meninggalnya Michele di usianya yang ke 89 tahun di Monaco. Ribuan orang Alba menghadiri pemakaman Michele sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Setelah kakak dan ayahnya meninggal, Giovanni menjadi pemegang kekuasaan penuh atas The Ferrero. Giovanni membuat trobosan baru dengan melakukan akuisisi The Ferrero meski ayahnya sejak lama menghindari terjadinya akuisisi. Menurut Giovanni, Langkah yang diambil tersebut dapat memperluas jejak The Ferrero diberbagai negara seperti Amerika Serikat dan Inggris. Dana sebanyak 5 Milyar USD telah dihabiskan oleh Giovanni untuk membuat merek coklat, permen, dan makanan ringan di tahun 2015. Meski Giovanni melakukan pengembangan pada banyak produk, The Ferrero tetap menjadi pembeli hazelnut terbesar di dunia.

 

Sumber:

https://twitter.com/TrungTPhan/status/1442149846987653124

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button