Viral

Kisah Kakek Arsyad yang Terpaksa Bawa Pulang Jenazah Cucu Naik Ojek Online

Potret Ironis Pelayanan Kesehatan

Kalasela.id– Di tengah hiruk-pikuk Kota Makassar, Sulawesi Selatan, muncul sebuah cerita memilukan yang viral di media sosial, menggugah perasaan banyak orang. Seorang kakek, Arsyad, terpaksa membawa pulang jenazah cucu dengan menumpang ojek online lantaran tak mampu membayar sewa ambulans sebesar Rp800.000. Kejadian ini menggambarkan betapa masih ada masyarakat yang belum tersentuh pelayanan kesehatan yang layak.

Dari Harapan ke Kesedihan Mendalam

Awalnya, Arsyad berharap bisa merasakan kebahagiaan melihat cucunya, Aco, tumbuh besar. Namun takdir berkata lain. Cucu yang baru lahir itu harus menghadapi gangguan pernapasan dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Tadjuddin Chalid, Makassar. Arsyad, yang sehari-hari bekerja sebagai pemancing, tak mampu membayar biaya ambulans untuk membawa pulang jenazah cucunya. Ia kebingungan dan terpaksa menempuh perjalanan sejauh 50 km dengan ojek online.

Kegeraman dan Kepedulian Publik

Peristiwa ini menyulut kemarahan dan keprihatinan di masyarakat. Video perjalanan Kakek Arsyad dan jenazah cucu yang viral, memunculkan berbagai reaksi. Hermawan Saputra, pengamat kebijakan kesehatan dari Universitas Indonesia, menyebut insiden ini sangat memprihatinkan. Menurutnya, pengantaran jenazah seharusnya menjadi tanggung jawab fasilitas kesehatan dan pemerintah setempat.

Sementara itu, Darmawansyah, sopir ojek online yang mengatar Arsyad, mengaku tergerak oleh kisahnya. Dia mengingat keponakannya yang pernah mengalami situasi serupa dan merasa iba kepada Arsyad.

“Saya iba, kasihan. Dia [Arsyad] sampai diminta Rp800.000 untuk sewa ambulans,” ungkap Darmawansyah.

Permintaan Maaf dari Pihak Rumah Sakit

Pelaksana harian (Plh.) Direktur Utama RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar, Angriany Rauf, menyatakan pihaknya sangat menyayangkan kejadian ini. Menurutnya, ambulans yang tersedia digunakan untuk merujuk pasien ke rumah sakit lain. Sementara untuk pengangkutan jenazah, mereka bekerja sama dengan pihak ketiga. Sayangnya, Arsyad tidak mampu membayar biaya tersebut.

Dalam keterangannya, Angriany menegaskan bahwa Herman, petugas instalasi forensik dan pemulasaran jenazah, berinisiatif mencari ojek online dan menawarkan bantuan pribadi agar jenazah bisa dibawa pulang. Pihak rumah sakit berjanji akan membenahi dan memperbaiki kualitas pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang.

Tantangan Akses Pelayanan Kesehatan di Daerah

Olivia Herlinda dari Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) menyoroti bahwa akses finansial ke pelayanan kesehatan masih menjadi tantangan besar, terutama di daerah kepulauan. Ia berharap BPJS dan Kementerian Kesehatan bisa terus berbenah agar cakupan kepesertaan BPJS benar-benar efektif.

“Pada kenyataannya, banyak masyarakat masih mengalami kendala finansial. Temuan CISDI menunjukkan banyak yang memilih mengeluarkan uang untuk layanan di luar BPJS karena masalah kualitas dan ketersediaan,” ujarnya.

Harapan akan Perubahan

Kisah Arsyad menggambarkan ketidakadilan yang masih dialami banyak warga di Indonesia. Pengamat menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memastikan hak dasar kesehatan terpenuhi tanpa harus menunggu kejadian viral.

Hermawan Saputra menambahkan, “Atas nama warganya, pemerintah daerah berkewajiban mengambil peran lebih untuk hal-hal yang bersifat penyelamatan seperti ini.”

Kisah ini harus menjadi pengingat bahwa akses terhadap layanan kesehatan adalah hak dasar yang harus dijamin oleh pemerintah. Semoga, dengan viralnya cerita Arsyad, perbaikan nyata bisa segera terwujud, membawa harapan baru bagi mereka yang selama ini terpinggirkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kalasela/public_html/wp-includes/functions.php on line 5427

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kalasela/public_html/wp-includes/functions.php on line 5427