Opini

Kenali Innerchild Kamu yang Terluka

Innerchild adalah sosok anak kecil dalam diri kita dan akan terus ada  walaupun kita semakin bertumbuh dewasa. Jadi, sosok anak kecil ini adalah diri kita sendiri, sosok diri kecil kita, dan masih berada dalam benak kita.

Bayangkan saja, seiring kamu bertambah besar dan dewasa, sosok anak kecil ini akan tetap kecil dan merangkum peristiwa-peristiwa masa kecil kita. Dia akan tetap ada disana, di dalam dirimu dan mempengaruhi kita ketika sudah dewasa.

Sebagai contoh, ketika masa kecil seseorang dikelilingi oleh orangtua, kerabat, dan orang-orang yang menyayangi, diberi rasa aman dan mendukungnya, maka dia akan tumbuh menjadi orang yang penyayang dan mudah bergaul dengan orang lain.

Namun, ketika masa kecil seseorang dikelilingi oleh orangtua, kerabat, dan orang-orang yang memberikan pengalaman buruk bagi dirinya seperti sering diabaikan dan disalahkan oleh orangtua, dibiarkan terluka sendirian, mengalami kekerasan, tidak diberi dukungan, tidak ada rasa aman, maka dia akan tumbuh menjadi orang yang cenderung menghindar atau menarik diri dari lingkungan luar.

Kenapa ? Dulunya, dia sering dimarahi, disalahkan, bahkan dicemooh ketika gagal sehingga orang tersebut ketika dewasa menjadi pribadi yang sulit bergaul dengan lingkungan luar, karena merasa tidak aman.

Lalu, bagaimana ciri Inner child kamu terluka? Berikut ini 4 ciri  inner child kamu terluka :

1.Tidak Percaya pada Diri Sendiri

Seseorang yang inner child-nya terluka merasa tidak percaya diri, sering meragukan kelebihan diri, merasa tidak mampu mengambil keputusan sendiri, sehingga dia akan selalu menyalahkan diri sendiri.

2. Tidak Bisa Mengontrol Emosi

Seseorang yang inner child-nya terluka akan merasa tidak nyaman jika dia dekat dengan orang lain kemudian membahas topik-topik tertentu yang mengingatkan kita pada pengalaman masa kecil kita yang buruk. Dia akan mudah marah, mudah menangis, mudah tersinggung, lebih memilih menghindari konflik, sehingga akan sulit untuk bergaul dengan orang lain.

3. Takut Melakukan Hal-Hal Baru

Seseorang yang inner child-nya terluka akan merasa takut gagal karena pada saat dia gagal dia akan direndahkan, dimarahi, sama seperti pada waktu kecil. Rasa itu akan muncul kembali pada saat dewasa, membuat kita tidak nyaman, dan takut melakukan hal-hal baru.

4. Menutup Diri dari Masyarakat Luar

Seseorang yang inner child-nya terluka akan merasa ketakutan jika bertemu dengan orang baru, merasa tidak aman, sehingga akan cenderung menarik diri dari dunia luar.

Demikian mengenai inner child yang terluka dan ciri-cirinya. Kenali dulu inner child kamu sebelum mengendalikannya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button