OpiniPilihan

7 Tips Menjaga Kesehatan Mental di Kala Pandemi

Kesehatan mental menjadi topik yang asing untuk kita dengar. Masalah ini seringkali diabaikan oleh masyarakat dan mendapat stigma buruk untuk pelakunya terutama akibat kurangnya informasi dan sosialisasi tentang masalah kesehatan mental.

Masalah kesehatan mental semakin rawan terjadi terutama saat menjalani PPKM darurat yang dimulai tanggal 3-20 juli 2021. Masalah pandemi covid-19 yang belum usai ini memaksa kita untuk mengubah cara berperilaku menjadi new normal. Hubungan dengan keluarga, teman, dan masyarakat pun harus ikut berubah demi beradaptasi untuk menekan penyebaran virus ini yang menyebabkan kita menjadi kesepian, merasa sendiri, tidak berguna, merasa tidak tenang, hingga stress dan depresi.

Menurut survei dari Puslitbangkes Kemenkes tahun 2020, sebanyak 6,8% masyarakat mengalami gangguan kecemasan namun 85,3 % di antaranya tidak memiliki riwayat gangguan mental.

“Gangguan jiwa dapat terjadi akibat ketidakseimbangan neurotransmitter pada otak yang berperan dalam mengatur kondisi mental seseorang. Ketidakseimbangan neurotransmitter ini dapat dipengaruhi oleh faktor genetik, komplikasi selama masa kehamilan sampai melahirkan dan kondisi lingkungan yang dapat menyebabkan perubahan pada perilaku dan pikiran seseorang yang kemudian termanifestasi menjadi bentuk gejala-gejala gangguan jiwa,” menurut Kemenkes.

Menurut WHO, di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, lebih dari 75 persen warga terkena masalah gangguan mental, masalah neurologis, dan penyalahgunaan obat, dan tidak mampu untuk mengakses layanan kesehatan untuk mengatasi masalah kejiwaan. “Pandemi COVID-19 telah berdampak besar terhadap kondisi kesehatan mental jutaan orang, dan hal itu mengingatkan pentingnya peningkatan investasi di bidang kesehatan yang terabaikan ini,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Berikut ini merupakan cara untuk mencegah gangguan mental saat PPKM darurat :

  1.  Makan makanan bergizi yang dapat meningkatkan sistem imun tubuh.
  2. Rajinlah berolahraga
  3. Berjemurlah dipagi hari
  4. Berkomunikasilah dengan keluarga dan teman baik online (untuk menjaga jarak) maupun offline(jika dalam satu rumah).
  5. Ada banyak berita bohong yang tersebar di media sosial, Jadi bijaklah dalam memilah informasi.
  6. Lakukan kegiatan yang bisa dilakukan selama dirumah, seperti membaca, menulis, memasak, dll.
  7. Tidur cukup, yaitu 8 jam

Seorang praktisi kesehatan mental, Adjie Santosoputro memberikan latihan untuk membantu menjaga kesehatan mental & badan saat PPKM darurat, yaitu menyadari napas. “Saat tarik napas … sadari napas masuk lewat hidung. Saat embuskan napas … sadari napas keluar lewat hidung. Di awal mungkin terasa enggak nyaman. Kenapa? Karena kita tidak terbiasa melakukannya. Setelah tekun latihan, kita akan merasa lebih tenang. Pikiran & perasaan yang memicu overthinking, stres, cemas, mungkin tetap ada. Tapi kita tidak terlalu terseret pikiran & perasaan itu”. Katanya.

Beliau menambahkan bahwa pikiran tentang masa lalu dan masa depan tidak akan hilang. Tetapi kita tidak lagi hanyut dalam perasaan perasan yang bisa membuat kita lemah karena berlatih menyadari nafas dapat menguatkan kesadaran sebagai jangkar untuk tetap berada di sini, masa kini.

Sumber referensi :
https://pikobar.jabarprov.go.id/articles/mari-jaga-kesehatan-jiwa-di-tengah-pandemi-covid-19-artcl.kg0bg2fch06nste08ew

https://www.google.com/amp/s/amp.tirto.id/hari-kesehatan-mental-dunia-2020-dampak-pandemi-hasil-survei-who-f5Ne

https://www.alodokter.com/menjaga-kesehatan-mental-saat-pandemi-virus-corona

https://twitter.com/AdjieSanPutro?s=09

https://pixabay.com/id/vectors/meditasi-yoga-relaksasi-zen-5138375/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button