Terkini

Kebakaran Depo Pertamina Plumpang dan Catatan Insiden Kebakaran Lainnya

Rembang, Kalasela.id– Jumat (3/3/2023) malam terjadi kebakaran hebat di depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara. Api yang berasal dari pipa bensin dengan cepat merembet ke perumahan warga di sekitar jalan Tanah Merah Bawah, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Laporan sementara, terdapat 19 korban jiwa dalam insiden kebakaran tersebut. Sementara korban luka-luka mencapai puluhan orang dengan berbagai tingkat keparahan.

Sebelum terjadinya insiden naas ini, sejumlah warga menyebut mencium aroma bensin yang menyengat. Namun hingga saat ini belum ada laporan kepolisian resmi yang menjelaskan penyebab terjadinya kebakaran depo Pertamina Plumpang.

Namun dugaan sementara, kebakaran jumat lalu akibat dari gangguan teknis yang terjadi pada saat pengisian minyak jenis Pertamax dari Balongan. Hal tersebut di jelaskan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada media saat melakukan peninjauan langsung di lokasi insiden kebakaran.

Catatan Insiden Kebakaran Depo dan Kilang Pertamina

Insiden yang terjadi jumat lalu bukanlah yang pertama terjadi di Pertamina. Selama 3 tahun terakhir, setidaknya telah terjadi 6 insiden kebakaran termasuk kebakaran di depo Pertamina Plumpang tempo hari.

Tanggal 29 Maret 2021, kilang minyak PT Pertamina RU VI Balongan mengalami kebakaran. Kebakaran ini sempat menggegerkan warga lantaran besarnya kobaran api. Bahkan untuk memadamkan api tersebut, petugas membutuhkan waktu dua hari. Sebanyak 20 orang menjadi korban atas kebakaran kilang minyak Pertamina tersebut. 5 diantaranya terluka berat, sedangkan 15 orang mengalami luka ringan.

Insiden kedua terjadi pada tanggal 11 Juni 2021,yaitu kebakaran di area kilang Cilacap. Kebakaran terjadi di tangki T-205 area 39 yang berisi benzena. Setelah 40 jam, api baru dapat dipadamkan oleh petugas.

Beberapa bulan setelahnya, kilang Pertamina di Cilacap kembali mengalami kebakaran. Tepatnya pada tanggal 13 November 2021, Refinery Unit (RU) IV Cilacap tangki 36T-102 yang berisi Pertalite sebanyak 31 ribu kiloliter terbakar. Sampai saat ini belum diketahui penyebab utama atas peristiwa kebakaran tersebut. Banyak pihak menduga kebakaran saat itu terjadi akibat sambaran petir yang mengarah ke tangki.

Kejadian keempat terjadi pada jumat 4 Maret 2022 di kilang minyak Balikpapan. Kejadian kebakaran di kilang Balikpapan ini terjadi akibat flash di inlet pipa finfa cooler hydrocracker B pada V Balikpapan.

Dua bulan berselang, tepatnya 15 Mei 2022, Kilang Balikpapan kembali mengalami kebakaran. Pertamina menyebutkan bahwa kejadian ini berasal dari Plant 5 Unit Hydro Skimming Complex. Akibat insiden ini, satu pekerja dilaporkan meninggal dunia, tiga orang mengalami luka bakar, dan dua lainnya terpapar panas api dari bahan bakar yang terbakar.

Itulah sederet insiden kebakaran depo dan kilang Pertamina selama 3 tahun terakhir. Semoga dari rangkaian insiden ini menjadi pelajaran penting dan bahan evaluasi bagi Pertamina untuk terus meningkatkan standar keselamatan. Dan semoga kedepannya tak akan ada lagi insiden yang harus menyebabkan hilangnya nyawa anak bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button