Rembang

Kembali Hadir, “Kampung Ramadhan” Rembang Kian Lengkap

“Kampung Ramadhan” mulai menjadi tradisi masyarakat Rembang. Semangatnya adalah mengumpulkan UMKM di ruas jalan untuk berjualan produk yang mereka jual. Dua tahun belakangan Pemerintah Kabupaten Rembang secara resmi tidak menyelenggarakannya karena pandemi. Kini seiring surutnya angka kasus positif “Kampung Ramadhan” kembali dibuka. Cakupannya pun diperluas, tak hanya dr.Soetomo dan jalan Hos Cokroaminoto tetapi juga sampai jalan dr. Wahidin. Tradisi ini jelas tak hanya soal berjualan atau jajan takjil semata. Ada geliat ekonomi yang juga dibangkitkan. Perluasan jalan ini pun memiliki banyak arti. Dalam rangka mengurai kemacetan yang acapkali terjadi atau memberikan peluang lebih banyak UMKM untuk berjualan.

Salah satu sudut “Kampung Ramadhan” berjualan sembako

Dibuka secara resmi pada hari Minggu (3/4) oleh Bupati Rembang dan jajarannya “Kampung Ramadhan” tahun ini lebih bervariatif. Tak hanya kudapan untuk takjil seperti kolak, es teh, es dawet dan semacamnya, atau beragam menu berbuka mulai pepes, sate dan beragam jenis sayur, di beberapa ruas jalan juga ditemui penjual yang menjajakan sembako. Tahun ini tak hanya bervariasi, tetapi juga semakin lengkap.

Perluasan yang dilakukan pemerintah disambut baik oleh para pedagang. Supeni salah satunya. Kendati lokasi lapaknya dipindah, ia masih bersyukur diberi kesempatan untuk bergabung dan berjualan di “Kampung Ramadhan.”

“Iya mas, Alhamdulillah. Di sini juga ramai,” ujarnya.(MC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button