LifestyleTerkini

Hindari Minum Teh Setelah Makan, Mengapa?

Kalasela.idApapun makanannya, minumnya Teh ………….(baca : titik-titik). Itu adalah sebuah tagline dari minuman teh yang terkenal di Indonesia. Dari tagline tersebut, tergambar betapa dekatnya orang Indonesia dengan minuman yang satu ini. Bahkan saking dekatnya, bisa dikatakan bahwa minum teh setelah makan telah menjadi sebuah budaya. Kita bisa melihatnya di banyak tempat makan hampir pasti ada minuman teh, entah panas atau dingin. Alasan utama kenapa banyak orang suka minum teh setelah makan tentu karena murah, nikmat, dan menyegarkan.

Sayangnya, dari sudut pandang kesehatan, ada beberapa alasan yang mendukung pendekatan untuk menghindari minum teh setelah makan. Dalam artikel ini, kita akan melihat beberapa alasan berbasis ilmiah mengapa kita sebaiknya menghindari kebiasaan ini dan merujuk pada beberapa penelitian yang mendukung argumen tersebut.

Penghambatan Penyerapan Zat Besi

Salah satu alasan utama untuk menghindari minum teh setelah makan adalah dampaknya pada penyerapan zat besi. Teh mengandung senyawa tanin, yang merupakan polifenol yang memberikan rasa pahit dan menyegarkan dalam teh. Namun, tanin juga dapat membentuk kompleks dengan zat besi non-heme (zat besi yang berasal dari sumber tumbuhan) dalam makanan, sehingga menghambat penyerapan zat besi oleh tubuh. Sebuah studi yang terbit dalam jurnal Critical Reviews in Food Science and Nutrition pada tahun 2017 menyimpulkan bahwa konsumsi teh setelah makan dapat menyebabkan pengurangan signifikan dalam penyerapan zat besi non-heme, yang dapat menyebabkan masalah kekurangan zat besi pada jangka panjang.

Gangguan Pencernaan

Minum teh setelah makan juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Teh mengandung kafein, yang dapat meningkatkan asam lambung dan menyebabkan ketidaknyamanan bagi beberapa orang yang memiliki masalah pencernaan, seperti refluks asam atau tukak lambung. Selain itu, teh yang terlalu panas juga dapat merusak lapisan mukosa di dalam saluran pencernaan, yang dapat menyebabkan iritasi. Sebuah penelitian yang terbit dalam jurnal Annals of Otology, Rhinology & Laryngology pada tahun 2018 menunjukkan bahwa konsumsi teh panas dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan.

Gangguan Absorpsi Nutrisi

Minum teh setelah makan juga dapat mempengaruhi absorbsi nutrisi tertentu. Selain zat besi, teh juga dapat mengganggu absorbsi kalsium dan magnesium. Kalsium dan magnesium adalah mineral penting untuk kesehatan tulang dan otot. Penelitian yang terbit dalam jurnal Nutrients pada tahun 2018 menemukan bahwa konsumsi teh dapat menyebabkan penurunan absorbsi kalsium dan magnesium oleh tubuh.

 Dampak pada Keseimbangan Kadar Gula Darah

Kandungan kafein dalam teh juga dapat mempengaruhi kadar gula darah. Kafein dapat meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin, yang dapat menyebabkan fluktuasi gula darah. Bagi individu yang memiliki diabetes atau masalah dengan regulasi gula darah, minum teh setelah makan dapat menjadi masalah. Sebuah studi yang terbit dalam jurnal Diabetes Care pada tahun 2017 menunjukkan bahwa kafein dapat mempengaruhi respons gula darah setelah makan pada individu dengan diabetes tipe 2.

Demikianlah beberapa alasan untuk menghindari minum teh setelah makan. Dari alasan kesehatan di atas, terlihat bahwa kebiasaan ini memiliki dampak negatif pada penyerapan zat besi dan nutrisi lainnya, pencernaan, serta kadar gula darah. Meskipun dampaknya dapat bervariasi antar individu, pendekatan yang lebih bijaksana adalah menghindari minum teh dalam waktu dekat setelah makan.

Tentu saja, minum teh dengan bijak dan dalam batas wajar tidak akan menyebabkan masalah kesehatan besar bagi mayoritas orang. Namun, bagi mereka yang memiliki masalah pencernaan, kekurangan zat besi, atau masalah dengan kadar gula darah, mengurangi konsumsi teh setelah makan dapat memberikan manfaat kesehatan yang lebih baik.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kalasela/public_html/wp-includes/functions.php on line 5427

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kalasela/public_html/wp-includes/functions.php on line 5427