Lifestyle

Flu Singapura pada Anak: Si Kecil Penuh Ruam dan Luka, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Kalasela.id– Flu Singapura, penyakit yang umumnya menyerang anak dengan ruam khas dan lepuhan di mulut, kembali marak akhir-akhir ini. Orang tua pun dibuat panik, khawatir si kecil kesakitan dan menularkan virus pada anggota keluarga lain.

Tapi, jangan panik dulu! Mari kenali lebih dalam tentang Flu Singapura agar kita bisa memahaminya dengan lebih baik dan bersiap untuk menghadapinya.

Apa itu Flu Singapura?

Flu Singapura, atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD), adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Coxsackievirus A16 atau Enterovirus 71. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak usia di bawah 10 tahun, terutama balita.

Gejala Flu Singapura

Gejala Flu Singapura biasanya muncul 3-7 hari setelah terpapar virus. Gejalanya meliputi:

  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Hilang nafsu makan
  • Sariawan di mulut
  • Ruam merah dengan bintik-bintik kecil di telapak tangan, kaki, dan mulut. Ruam ini bisa berubah menjadi lepuh berisi cairan.

Penularan Flu Singapura

Flu Singapura menular dengan mudah melalui kontak langsung dengan:

  • Air liur dan lendir pernapasan penderita, seperti saat batuk atau bersin
  • Cairan dari lepuh di kulit
  • Feses penderita

Virus ini dapat bertahan hidup di benda-benda yang terkontaminasi, seperti mainan, gagang pintu, dan permukaan meja, selama beberapa jam.

Pengobatan Flu Singapura

Tidak ada obat khusus untuk Flu Singapura. Pengobatan yang diberikan bertujuan untuk meredakan gejala, seperti:

  • Pemberian obat paracetamol atau ibuprofen untuk menurunkan demam
  • Obat pereda nyeri untuk sariawan di mulut
  • Minum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi
  • Memberikan makanan lunak dan dingin untuk meredakan sariawan
  • Menjaga kebersihan tangan anak dengan rajin mencucinya dengan sabun dan air

Pencegahan Flu Singapura

Pencegahan terbaik untuk Flu Singapura adalah dengan menjaga kebersihan. Berikut beberapa tips pencegahannya:

  • Ajari anak untuk rajin mencuci tangan dengan sabun dan air, terutama setelah batuk, bersin, atau menggunakan toilet
  • Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit
  • Bersihkan dan desinfeksi permukaan yang sering disentuh secara rutin
  • Hindari berbagi barang pribadi seperti mainan, handuk, dan peralatan makan

Kapan Harus ke Dokter?

Segera bawa anak ke dokter jika mengalami:

  • Demam tinggi yang tidak kunjung turun
  • Dehidrasi, seperti mulut kering, tidak buang air kecil, atau menangis tanpa air mata
  • Sulit menelan
  • Ruam atau lepuh yang semakin parah
  • Gejala memburuk

Jadi, Flu Singapura adalah penyakit yang mudah menular, namun umumnya tidak berbahaya. Orang tua dapat membantu mencegah penularan dengan menjaga kebersihan dan mengajarkan anak untuk menerapkan kebiasaan hidup sehat. Jika anak menunjukkan gejala Flu Singapura, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kalasela/public_html/wp-includes/functions.php on line 5427

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kalasela/public_html/wp-includes/functions.php on line 5427