RembangTerkini

Eloknya Fauna Identitas Rembang

Rembang, Kalasela.id – Siapa yang tak tahu fauna identitas Sleman? Melalui PSS Sleman, fauna identitas Sleman menjelma dalam julukan mereka yaitu Elang Jawa. Namun, tahukan kamu apa fauna identitas Rembang?

Sebenarnya, fauna identitas Rembang juga menjelma dalam salah satu julukan tim sepak bola kebanggaan Rembang (PSIR Rembang). Hanya saja tak banyak yang tahu bahwa selain julukan Laskar Dampo Awang, PSIR juga memiliki julukan Laskar Kijang Lasem. Nah, julukan Laskar Kijang Lasem tersebut berasal dari fauna identitas Rembang yaitu Kijang atau menjangan. Satwa ini biasa dijumpai di kawasan hutan lindung Gunung Lasem.

Gunung yang berada di ketinggian 806 mdpl ini membentang mulai dari pegunungan kapur utara di bagian selatan Rembang hingga ke pesisir pantai utara. Setidaknya ada 6 kecamatan yang dilalui oleh bentangan alam gunung ini, yaitu Lasem, Sluke, Kragan, Sedan, Pamotan dan Pancur.

Selain kijang, Gunung Lasem juga menjadi tempat tinggal bagi beberapa satwa yang semakin langka seperti elang hitam dan burung belibis.

Meskipun menjadi fauna identitas Rembang, bukan berarti kijang hanya dapat dijumpai di wilayah Rembang. Di Indonesia, kijang tersebar di berbagai wilayah seperti Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

Klasifikasi dan Ciri Fisik Kijang

Kijang atau muntjak adalah sejenis mamalia herbivora yang termasuk ke dalam famili Cervidae. Berikut adalah klasifikasi kijang menurut taksonomi:

Kerajaan: Animalia (hewan)
Filum: Chordata (vertebrata)
Kelas: Mammalia (mamalia)
Ordo: Artiodactyla (artiodaktila)
Famili: Cervidae (rusa-rusaan)
Subfamili: Muntiacinae (kijang-kijangan)

Bernama latin Muntiacus muntjak, kijang memiliki tubuh yang kecil. Mereka biasanya memiliki panjang tubuh sekitar 90-100 cm dan tinggi sekitar 50-60 cm. Kijang jantan memiliki tanduk yang pendek, dengan panjang sekitar 10-15 cm. Tanduk tersebut biasanya tidak bercabang seperti pada jenis rusa lainnya.

Kijang memiliki warna tubuh yang khas, yaitu coklat kekuningan dengan beberapa bintik putih di sekitar wajah dan leher. Pada bagian perut, mereka memiliki warna putih yang khas. Kaki yang pendek dan kuat, dengan cakar yang tajam membantu mereka bergerak di lingkungan yang berbeda-beda.

Habitat dan Perilaku Kijang

Kijang memiliki adaptasi yang baik terhadap berbagai jenis habitat, sehingga mereka dapat bertahan hidup di lingkungan yang berbeda-beda. Meskipun demikian, kijang cenderung lebih sering ditemukan di hutan-hutan yang masih alami dan jarang terganggu oleh aktivitas manusia. Maka dari itu, sering kali ketika jumpai kijang berlari menghindar ketika mendeteksi adanya aktivitas manusia.

Di hutan hujan tropis, kijang dapat ditemukan di bagian bawah kanopi hutan yang lebat. Mereka sering berkeliaran di antara semak-semak dan rerumputan di bawah pohon-pohon besar. Di hutan pegunungan, kijang biasanya terdapat di sekitar area yang lebih rendah dan lebih lembap, seperti di lembah-lembah yang diapit oleh bukit-bukit.

Di habitatnya, kijang hidup soliter dan aktif pada malam hari. Mereka tidur pada siang hari dan bangun saat matahari terbenam. Kijang memakan berbagai jenis tumbuhan, seperti daun, buah, dan tunas. Mereka juga bisa memakan serangga dan hewan kecil lainnya.

Kijang jantan memiliki sifat teritorial dan akan mempertahankan wilayahnya dari kijang jantan lain yang mencoba masuk ke wilayah tersebut. Saat merasa terancam atau dalam situasi yang tidak aman, kijang jantan akan mengeluarkan bunyi khas berupa suara menggonggong yang cukup keras.

Nah, itulah sedikit ulasan tentang fauna identitas Rembang yaitu Kijang alias Muntiacus muntjak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button