RembangRembang Hari IniTerkini

Dukun Palsu Pengganda Uang di Rembang Ditangkap Polisi

Rembang, Kalasela.id – Berita Rembang, Polres Rembang melalui unit Reskrim Polres Rembang, Jawa Tengah menankap komplotan dukun palsu pengganda uang yang beraksi di Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan dengan modus ritual menggandakan uang.

Para pelaku tertangkap di sebuah rumah yang dijadikan sebagai tempat praktik dukun palsu di Desa Pamotan Kecamatan Pamotan, selasa (6/12). Dari lokasi, polisi mengamankan dua orang pelaku serta uang palsu pecahan seratus ribuan senilai hampir lima ratus juta rupiah.

Para tersangka yang berhasil diamankan ialah AA warga asal Kecamatan Mijen, Kota Semarang yang berberan sebagai pelaku utama dan ND warga asal Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal berperan membantu pelaku utama.
Sementara, tiga tersangka lainnya masih dalam pengejaran ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Tak tanggung-tanggung, dari aksinya tersebut para tersangka berhasil menggondol uang hingga ratusan juta.

Kapolres Rembang, AKBP Dandy Ario Yustiawan, saat gelar perkara pada Senin (5/12) di Mapolres Rembang menjelaskan, para tersangka beraksi dengan modus menggelar ritual khusus untuk menarik uang secara gaib. Kemudian korban diperlihatkan dan diiming-imingi dengan tumpukan uang.

Selanjutnya, para korban kemudian diminta mengambil tiga lembar uang tersebut untuk diperiksa keasliannya dengan memasukkan uang tersebut ke mesin ATM. Setelah korban percaya, bahwa uang tersebut asli, selanjutnya korban diperlihatkan tumpukan uang sebanyak enam kardus di dalam sebuah kamar.

Bahkan, pelaku mengatakan bahwa uang di kardus tersebut sebesar Rp 600 Miliar. Para korban pun kemudian diiming-imingi dapat memiliki uang tersebut dengan syarat harus menyiapkan uang untuk zakat sebesar 10% dari jumlah uang yang diinginkan.

“Dia menjelaskan kepada korban bahwa dia bisa melakukan ritual penarikan uang senilai Rp 600 miliar. Kemudian korban sebelum menerima uang tersebut harus membayar uang zakat senilai 10 persen dari nilai uang yang diminta korban,” terangnya.

Atas bujuk rayu dari para tersangka, korban berinisial WT akhirnya berminat dan menyiapkan uang sebesar Rp. 255 juta. Sedangkan, korban berinisial AC menyiapkan uang Rp. 150 juta. Uang dari para korban dengan total Rp. 405 juta kemudian dimasukan ke dalam tas para tersangka.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button