RembangRembang Hari Ini

Dampak Resesi, Perusahaan Pabrik Sepatu Rembang Mulai Pangkas Jam Kerja

Rembang, Kalasela.id – Berita Rembang, Kondisi ekonomi dunia yang kurang stabil mengakibatkan sejumlah perusahaan di berbagai negara mengalami resesi.

Resesi adalah kondisi perekonomian yang mampu membuat perusahaan jatuh bangkrut. Hal Ini diakibatkan menurunnya daya beli masyarakat yang berimbas pada penurunan pendapatan perusahaan dan mengancam arus kas.

Pada akhirnya, perusahaan akan memangkas biaya operasional dan menutup area bisnis yang kurang menguntungkan, sampai dengan mengambil keputusan berat untuk melakukan efisiensi pegawai (PHK).

Baca juga : Ekonomi di Indonesia Lagi Kacau ,12 Startup di RI Lakukan PHK Karyawan

Konidis ini juga di alamai perusahaan pabrik sepatu di Rembang, Tidak hanya pengurangan jumlah tenaga kerja, pabrik sepatu juga mengurangi jam kerja. Pengurangan tenaga kerja di lakukan oleh pihak pabrik sepatu itu jumlahnya mencapai ratusan orang.

Dilangsir dari lingkarjateng, Bupati Rembang, Abdul Hafidz membenarkan atas adanya kondisi yang terjadi kepada para pekerja pabrik tersebut.

“Dampak krisis dunia, pasti akan ke kita. Hari ini pabrik sepatu yang kemarin kita umbul-umbulke karyawan 15 ribu, hari ini mulai drop lagi. Sebelumnya, jam kerja 5 hari dikurangi 1 hari, karyawannya 7.000 dikurangi 500 ” ucapnya.

“Penggurangan pasti akan muncul lagi. Ke depan seperti apa, kita belum tahu. Tidak punya uang, pakai apa untuk beli sepatu berjalan saja malas, berjalan saja tidak kuat kok beli sepatu. Pasti order akan berkurang dan karyawan di kurangi ” .

Oleh karena itu, Bupati Rembang, Abdul Hafidz berpesan kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam menyikapi melemahnya ekonomi dunia ini. Kalau punya uang banyak, ia menyarankan segera ditabung dan jangan langsung dihabiskan sekarang.

“Apalagi buat nyawer-nyawer itu, malah akan menghabiskan uang. Saya serius, soalnya baru satu bulan saja fenomena ini sudah kelihatan di pabrik sepatu,“ ucapnya.

Ketika intensitas pabrik menurun, sambungnya, pasti penghasilan pekerja akan berkurang. Jika tidak segera pulih, dirinya mencemaskan situasi terburuk, pabrik akan tutup.

“Kalau dunia seperti ini, bisa saja dikurangi terus (pekerja). Kalau nggak ada yang beli sepatu, pabriknya ‘kan tutup, kira-kira begitu. Tapi semoga tidak terjadi,“ harapnya.

Hingga saat ini, pihaknya menyebutkan, angka inflasi di Kabupaten Rembang masih terkendali pada kisaran angka kurang dari 6 %.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button