Tips & Trik

Cara Mudah Memadankan NIK dengan NPWP Agar Tak Kena Sanksi

Kalasela.id– Per 1 Juli 2024, penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) resmi diberlakukan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menyederhanakan administrasi perpajakan dan memastikan data wajib pajak lebih terintegrasi. Namun, bagi masyarakat yang belum memadankan NIK dengan NPWP, batas akhir yang diberikan adalah hingga 30 Juni 2024. Bagaimana caranya? Simak panduan berikut agar terhindar dari sanksi.

Mengapa Penting Memadankan NIK dengan NPWP?

Menurut Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112 Tahun 2022, format NPWP yang saat ini terdiri dari 15 digit akan digantikan dengan format baru yakni 16 digit. Pemadanan ini bertujuan untuk menyederhanakan sistem administrasi dan mempermudah pelacakan data wajib pajak.

Cara Cek NIK Sudah Jadi NPWP atau Belum

Sebelum melakukan pemadanan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengecek apakah NIK Anda sudah terdaftar sebagai NPWP. Berikut caranya:

  1. Masuk ke laman ereg.pajak.go.id
  2. Scroll halaman ke bawah dan klik ‘Cek NPWP’ atau bisa langsung di laman ereg.pajak.go.id/ceknpwp.
  3. Pilih kategori wajib pajak – pilih ‘Orang Pribadi’ untuk individu atau ‘Badan’ untuk wajib pajak badan.
  4. Masukkan NIK, nomor Kartu Keluarga (KK), dan kode captcha.
  5. Setelah selesai, klik ‘Cari’ untuk mengetahui apakah NIK sudah terintegrasi atau terdaftar dengan NPWP.
  6. Halaman akan menampilkan hasil pencarian meliputi NPWP, nama WP, kantor pelayanan pajak (KPP) pratama terdaftar, Status NPWP, dan Nomor Identitas Tempat Kegiatan Usaha (NITKU).
  7. NIK yang telah terdaftar NPWP akan ditunjukkan dengan keterangan ‘Valid’ di kolom Status NPWP.

Cara Memadankan NIK dengan NPWP

Jika NIK Anda belum terpadankan dengan NPWP, berikut langkah-langkah yang perlu Anda lakukan untuk validasi:

  1. Masuk ke website djponline.pajak.go.id kemudian login dengan memasukkan NIK/NPWP, kata sandi, dan kode keamanan.
  2. Setelah berhasil login, ubah data profil Anda dengan cara masuk pada menu profil.
  3. Pada menu profil, Anda akan menemukan status validitas data utama yang Anda miliki, apakah ‘Perlu Dimutakhirkan’ atau ‘Perlu Dikonfirmasi’. Status ini menandakan bahwa Anda perlu melakukan validasi NIK.
  4. Pada halaman menu profil, terdapat kolom NIK/NPWP (16 digit). Masukkan NIK yang berjumlah 16 digit.
  5. Jika sudah selesai, klik ‘Validasi’. Sistem akan melakukan validasi dengan data yang tercatat di Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
  6. Jika data dinyatakan valid, sistem akan menampilkan notifikasi informasi bahwa data telah ditemukan. Lalu, klik ‘Ok’ pada notifikasi tersebut.

Pentingnya Melakukan Pemadanan Sebelum Batas Akhir

Jika Anda tidak memadankan NIK dengan NPWP sebelum 30 Juni 2024, Anda bisa dikenai sanksi administrasi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Oleh karena itu, penting untuk segera melakukan langkah-langkah di atas guna menghindari masalah di kemudian hari.

Dengan mengikuti panduan ini, Anda bisa memastikan bahwa NIK Anda telah terintegrasi dengan NPWP dan terhindar dari sanksi. Selain itu, pemadanan ini juga membantu pemerintah dalam upaya menyederhanakan sistem perpajakan yang lebih efisien dan terintegrasi. Jangan tunda lagi, segera cek dan validasi NIK Anda sekarang juga!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kalasela/public_html/wp-includes/functions.php on line 5427

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kalasela/public_html/wp-includes/functions.php on line 5427