HUT Rembang 281PilihanRembang

Buah Kawis : Buah Segudang Manfaat yang Kini Langka

Tak banyak orang Indonesia yang tahu atau bahkan sekedar pernah mendengar buah Kawis. Akan tetapi, bagi masyarakat Rembang kawis atau kawista merupakan oleh –oleh andalan yang wajib dibawa ketika berkunjung ke Rembang. Masyarakat Rembang biasa mengkonsumsi buah ini secara langsung atau diolah menjadi sirup limun yang mirip dengan cola.

Buah yang memiliki bentuk bulat atau lonjong dengan kulit cangkang yang keras berwarna abu-abu kehijauan ini juga sering disebut sebagai buah batu oleh sebagian orang. Bagi penikmat buah yang baru pertama kali mencoba buah ini, sebagian besar mengira jika buah yang isinya berwarna coklat kehitaman ini telah busuk. Padahal memang secara fisik buah kawis yang telah matang berwarna coklat kehitaman. Dibalik bentuk dan isinya yang kurang menarik, buah ini nyatanya memiliki rasa yang enak, aroma segar yang khas dan banyak manfaatnya.

Baca Juga : Mangga Blungko Khas Rembang

Kandungan Nutrisi Buah Kawis

Dikutip dari Alodokter.com, buah ini memiliki kandungan nutrisi yang melimpah. Dalam 100 gram buah kawis terkandung:

0,2–0,4 gram lemak
28–32 gram karbohidrat
1,8–2,6 gram protein
3 gram serat
22,5 gram vitamin C
85 miligram kalsium
50 miligram fosfor
600 miligram kalium

Selain itu, buah kawis juga mengandung senyawa bioaktif yang dipercaya dapat meningkatkan kesehatan dan melawan berbagai penyakit jika dikonsumsi dengan terukur.

Manfaat Buah Kawis

Dikutip dari sehatq.com, banyaknya kandungan nutrisi dan senyawa aktif yang terdapat dalam buah kawis memberikan segudang manfaat diantaranya adalah:

1. Anti diabetes
2. Antidiare
3. Antikanker
4. Antioksidan
5. Antibakteri
6. Penyembuh luka
7. Bersifat diuretik

Hasil ini diperoleh dari pengujian terhadap hewan, namun tidak menutup kemungkinan juga berdampak yang sama terhadap tubuh manusia. Dengan potensi manfaat yang besar dari buah ini, sangat penting sekali kajian-kajian ilmiah untuk menguatkan penelitian sebelumnya demi terobosan baru dalam kuliner dan medis. Lagipula, sejak dulu kawis sudah dianggap sebagai obat alami yang memiliki banyak khasiat.

Populasi Pohon Kawis di Rembang

Sayangnya, saat ini pohon kawis sudah jarang dijumpai bahkan di Rembang yang terkenal dengan kawista-nya. Sekarang ini dibutuhkan usaha yang serius untuk bisa menikmati manisnya buah kawis. Tidak semua daerah di Rembang kini terdapat populasi tanaman kawis. Kondisi ini sangat berbeda sekali dengan dahulu dimana aroma semerbak khas dari pohon ini sangat mudah dijumpai di kampung-kampung.

Data statistik pertanian dan pangan yang diterbitkan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang pada tahun 2018 menyebutkan bahwa jumlah pohon kawis di rembang jauh menurun dari tahun sebelumnya. Bahkan, pada tahun itu hanya terdapat 283 pohon di seluruh pelosok Kabupaten dengan produktivitas 84,45 kg/pohon. Untuk daerah yang menjadikan buah kawis sebagai ikon kotanya, ini adalah kondisi yang memprihatinkan bagi Kabupaten Rembang.

Alasan semakin langkanya buah ikonik ini mungkin dikarenakan kalah bersaing dengan komoditas lain seperti mangga, sirsak,dan jambu air. Buah ini memang memiliki jangka waktu yang lama untuk bisa dipanen daripada komoditas lain. Tentu bagi petani yang mengharapkan imbal hasil yang cepat pilihan mengganti pohon kawis dengan tanaman lain bukanlah hal yang dapat disalahkan.

Meski begitu, agak ironis ketika membayangkan 5-10 tahun lagi tanaman kawis tidak ada lagi di daerah yang menjadikannya sebagai ikon kota. Kita butuh tanaman ini tetap lestari bukan hanya untuk bisa dinikmati oleh generasi mendatang tetapi juga sebagai jati diri Kabupaten Rembang yang menjadi saksi perjalanan yang mengiringi tumbuhnya kota kecil bernama Rembang. Semoga nanti kita bisa merawat jati diri itu untuk diwariskan ke generasi berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button