Lifestyle

Benarkah Telur Ceplok Lebih Sehat Dibanding Telur Dadar?

Kalasela.id– Telur merupakan makanan super yang kaya akan protein, vitamin, dan mineral. Olahannya yang mudah dan lezat menjadikannya pilihan populer untuk sarapan, makan siang, atau bahkan makan malam. Tapi, tahukah kamu bahwa cara mengolah telur, seperti telur ceplok vs telur dadar, dapat memengaruhi kandungan gizinya?

Baru-baru ini, perdebatan seputar “dunia per-teluran” menggema di media sosial. Banyak yang beranggapan bahwa telur ceplok lebih sehat dibanding telur dadar. Benarkah demikian? Mari kita simak ulasannya berdasarkan informasi terbaru.

Avidin dan Biotin Jadi Kunci Perbedaan Gizi

Menurut para ahli gizi, telur dadar memang memiliki kandungan gizi yang lebih rendah. Proses pengolahannya menjadi faktor penting yang mempengaruhi.

Sebagai informasi, putih telur mengandung senyawa avidin yang berfungsi mengikat biotin, vitamin H yang penting untuk metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Biotin membantu mencegah diabetes tipe 2, rambut rontok, dan depresi.

Pada proses pembuatan telur dadar, putih telur akan bercampur dengan kuning telur. Pencampuran ini menyebabkan avidin mengikat biotin, sehingga kadar vitamin H dalam telur dadar berkurang.

Telur Ceplok Lebih Menjaga Kandungan Biotin

Berbeda dengan “saingannya”, pada telur ceplok kuning telur dan putih telur tidak tercampur. Hal ini membuat avidin dan biotin tidak saling berikatan, sehingga kandungan biotin dalam telur ceplok lebih terjaga.

Cara Konsumsi Telur yang Paling Sehat

Meskipun telur ceplok memiliki nilai gizi yang lebih baik dari “si dadar”, para ahli gizi tetap merekomendasikan telur rebus sebagai cara terbaik untuk mengonsumsi telur.

Proses perebusan tidak merusak biotin dan avidin, serta meminimalkan risiko kontaminasi bakteri. Selain itu, merebus telur tidak membutuhkan minyak tambahan, sehingga lebih sehat.

Jadi, daripada bingung memilih antara¬† “si ceplok” atau “si dadar”, lebih baik pilih “si rebus” untuk mendapatkan manfaatnya secara optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kalasela/public_html/wp-includes/functions.php on line 5427

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kalasela/public_html/wp-includes/functions.php on line 5427