Terkini

Beda Nasib dengan Indonesia, Thailand Tetap Bisa Ekspor Beras Meski Terdampak El-Nino

Kalasela.id– Kenaikan harga beras yang signifikan telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat Indonesia. Pemerintah kemudian menjelaskan bahwa lonjakan harga dan kelangkaan pasokan beras adalah dampak dari fenomena El-Nino. Namun, di tengah tantangan yang sama, Thailand berhasil mempertahankan aktivitas ekspor berasnya dengan cukup kukuh. Pertanyaannya, bagaimana Thailand tetap bisa ekspor beras meski terdampak El-Nino?

Konsumsi Dalam Negeri yang Terkelola Baik

Menurut Peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Eliza Mardian, salah satu faktor kunci yang memungkinkan Thailand tetap eksis di pasar internasional adalah manajemen konsumsi dalam negeri yang baik. Dengan populasi yang lebih sedikit dari Indonesia, Thailand hanya memerlukan sekitar 11 juta ton beras per tahun untuk kebutuhan domestiknya. Hal ini memberikan ruang bagi Thailand untuk memiliki surplus besar yang bisa mereka ekspor ke negara lain, meski saat El-Nino.

Kesiapan Thailand dalam Menghadapi Dampak El-Nino

Meskipun terkena dampak El-Nino, Thailand telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mengelola produksi berasnya. Produksi beras Thailand pada tahun 2023 diprediksi turun sekitar 871 ribu ton karena El-Nino, tetapi total produksinya masih mencapai 25,8 juta ton. Hal ini menunjukkan bahwa Thailand telah memiliki sistem yang tangguh dalam menghadapi tantangan iklim.

Peran Cadangan Pangan Nasional

Analis Kebijakan Pangan, Syaiful Bahari, menyebutkan bahwa negara-negara seperti India, China, Vietnam, dan Thailand telah memiliki sistem pengamanan pangan nasional yang kuat. Mereka telah menginvestasikan dalam riset dan pengembangan teknologi untuk memperkuat cadangan pangan nasional mereka. Thailand pun tampaknya telah berhasil mengimplementasikan langkah-langkah serupa, yang memungkinkan mereka tetap stabil dalam hal pasokan pangan, meskipun terjadi krisis seperti El-Nino.

Implikasi untuk Indonesia

Di sisi lain, Indonesia berhadapan dengan tantangan yang lebih besar karena tingginya konsumsi dalam negeri. Hal ini semakin parah karena kurangnya investasi dalam pengamanan pangan nasional. Meskipun pemerintah telah melakukan impor beras untuk mengatasi kekurangan pasokan, masih ada tantangan dalam menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan beras yang memadai untuk rakyat.

Dengan demikian, keberhasilan Thailand dalam menjaga ekspor beras di tengah kondisi El-Nino memberikan pelajaran berharga bagi Indonesia untuk memperkuat sistem pengamanan pangan nasional dan mengembangkan strategi yang lebih adaptif dalam menghadapi perubahan iklim di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button