OpiniUmum

Barang Buatan Tiongkok : Dulu Jadi Olok-olokan Kini Jadi Rebutan

Rembang, Kalasela.id– Apa yang terpikirkan jika terdengar kata Made in China alias barang buatan Tiongkok? Barang tiruan? Barang KW? Atau barang asal jadi? Itulah stereotip yang banyak tersemat pada barang buatan Tiongkok. Stereotip ini menggambarkan bahwa barang-barang buatan Tiongkok memiliki kualitas yang buruk dan mudah rusak. Stereotip ini telah beredar luas di masyarakat dan bahkan menjadi bahan olok-olokan di beberapa tempat. Namun, apa yang terjadi ketika stereotip ini berubah menjadi standar kualitas yang baru? Dan bahkan mulai menempatkan diri sebagai pemain utama dalam pasar global?

Sejarah stereotip ini berasal dari masa lalu ketika barang-barang dari Tiongkok yang di ekspor ke negara-negara Barat pada awalnya memiliki kualitas yang buruk. Hal ini terjadi karena pada awal era industri, produsen Tiongkok lebih fokus pada kuantitas daripada kualitas.

Namun, seiring berjalannya waktu, banyak perusahaan di Tiongkok telah memperbaiki kualitas produk mereka. Mereka mulai fokus pada peningkatan kualitas dan inovasi, sehingga produk-produk mereka semakin baik dari waktu ke waktu. Beberapa perusahaan Tiongkok bahkan mulai menghasilkan produk-produk yang lebih baik dari pesaing-pesaingnya di negara-negara maju.

Perubahan yang signifikan dalam kualitas produk-produk Tiongkok mulai dikenali oleh konsumen di seluruh dunia. Seiring dengan meningkatnya permintaan akan produk-produk berkualitas dari Tiongkok, banyak perusahaan Tiongkok yang berhasil menempatkan diri sebagai pemain utama dalam pasar global. Beberapa contohnya adalah Huawei, Xiaomi, DJI, dan Lenovo, yang semuanya telah menjadi merek terkenal di seluruh dunia.

Barang Buatan Tiongkok Jadi Rebutan Kala Pandemi

Terlebih lagi saat COVID-19 menyebar ke seluruh dunia pada tahun 2020, Tiongkok menjadi harapan bagi banyak negara. Ketika negara-negara membutuhkan masker wajah dan alat pelindung diri (APD), Tiongkok membantu menyediakan permintaan itu. Memang pada awalnya, beberapa negara meragukan kualitas masker dan APD yang berasal dari Tiongkok, namun mereka terpaksa mengimpor barang tersebut karena tidak ada pilihan lain.

Setelah penggunaan masker dan APD tersebut, banyak negara mulai mengakui bahwa produk-produk China memiliki kualitas yang sangat baik dan sangat membantu dalam mengatasi pandemi. Bahkan, beberapa negara telah memuji kualitas produk-produk China dan mulai membeli produk-produk tersebut secara rutin.

Kini, barang Made in China bukan lagi menjadi bahan olok-olokan, tetapi justru menjadi rebutan di pasar global. Stereotip tentang produk-produk Tiongkok yang buruk mulai berubah menjadi standar kualitas baru yang harus dipertimbangkan oleh para konsumen. Barang buatan Tiongkok bukan lagi menjadi barang murah yang cepat rusak, tetapi sebaliknya, merupakan barang berkualitas tinggi yang dapat diandalkan.

Namun, terlepas dari kualitas dan harga barang buatan Tiongkok, barang buatan Indonesia tetaplah harus menjadi tuan rumah di negaranya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button