Terkini

Bansos Pangan dan Kenaikan Harga Beras, Apa Hubungannya?

Kalasela.id– Selain persoalan politik elektoral, kenaikan harga beras juga menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Indonesia belakangan ini. Berbagai pihak mencari jawaban atas pertanyaan yang muncul, salah satunya menyoroti dampak dari program bantuan sosial (bansos) pangan. Namun, apakah bansos pangan benar-benar menjadi penyebab utama dari kenaikan harga beras yang signifikan?

Pemerintah Bantah Bansos Sebagai Penyebab Kenaikan Harga Beras

Menurut Haryo Limanseto dari Kemenko Perekonomian, bansos pangan yang pemerintah salurkan justru bertujuan untuk memenuhi pasokan dan menstabilkan harga beras yang terus naik. Ia menegaskan bahwa kenaikan harga beras adalah akibat dari faktor lain, terutama mundurnya musim tanam akibat El-Nino.

Data dari Kementerian menunjukkan bahwa produksi beras dalam negeri mengalami penurunan signifikan sebesar 37 persen pada periode Januari sampai Maret. Faktor eksternal, seperti gangguan pasokan bahan baku pupuk dan konflik di Terusan Sues, juga turut berkontribusi terhadap kelangkaan stok beras dalam negeri.

Pandangan Para Ekonom dan Pengamat Pasar

Meskipun demikian, beberapa pihak, termasuk Eliza Mardian dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, dan Reynaldi Sarijowan dari Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), berpendapat bahwa program bansos pangan yang gencar dilakukan pemerintah Jokowi di tahun politik ikut mempengaruhi tren kenaikan harga beras. Mereka menyoroti kurangnya stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Bulog yang tidak cukup kuat untuk mengintervensi kenaikan harga di pasar. Selain itu, ketidakakuratan data pemerintah atas pasokan beras juga menjadi sorotan.

Kondisi ini semakin parah akibat masifnya penggunaan beras sebagai alat kampanye pada musim pemilu serentak 2024. Pileg di berbagai wilayah Indonesia menyebabkan permintaan beras meningkat, sementara stok yang tersedia terbatas.

Langkah untuk Mengatasi Kenaikan Harga Beras

Dalam menghadapi situasi ini, pemerintah telah memerintahkan Perum Bulog untuk mempercepat penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang berasal dari CBP. Harapannya, langkah-langkah tersebut dapat menekan kenaikan harga beras dan mengatasi kelangkaan stok.

Meskipun demikian, perdebatan tentang peran bansos pangan dalam kenaikan harga beras masih terus berlanjut. Sementara itu, masyarakat terus menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok sehari-hari, dengan harga beras yang semakin mahal dan ketersediaan yang semakin terbatas.

Dalam konteks yang lebih luas, masalah kenaikan harga beras menggambarkan kompleksitas tantangan yang dihadapi oleh sektor pangan Indonesia. Perlu adanya pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif dari pemerintah, lembaga terkait, serta masyarakat untuk mengatasi masalah ini dengan baik dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button