Baru TahuTerkini

Asal Mula Kalender Masehi dan Perayaan Tahun Baru

1 Januari diperingati sebagai pergantian tahun masehi. Penanggalan masehi bermula saat pemerintahan Kekaisaran Romawi yang dipimpin oleh Julius Caesar. Pada masa kepempipinannya masih terhitung sebagai tahun Sebelum Masehi, meski demikian dari sanalah awal mula peringatan tahun baru.

Tidak lama setelah dinobatkan sebagai Kaisar Romawi, Julius Caesar mengganti perhintungan kalender tradisional dengan kalender baru. Hal tersebut termuat dalam buku Senate and General: Indidual Decision-making and Roman Foregin Relation 264-194 B.C. (1987). Julius Caesar dan Senat Romawi memutuskan untuk menggunakan tanggal 1 Januari sebagai awal tahun. Nama Januari diambil dari nama salah satu dewa dalam mitologi Yunani yang bernama Dewa Janus. Pemilihan Dewa Janus sebagai symbol awal tahun di bulan Januari karena memiliki dua sisi wajah yang mana diartikan bahwa sisi pertama mencerminkan tahun yang akan datang dan sisi lainnya mencerminkan tahun yang telah terlewati, karena alasan itulah Dewa Janus dikenal sebagai Dewa Permulaan atau sering pula dikaitkan Dewa Penjaga Pintu Masuk.

Kalender masehi resmi diberlakukan setelah Julius Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga 1 Januari dimulai pada tanggal 1 Januari. Atas usulan dari Sosigenes seorang ahli astronomi dan matematika dari Alexandria yang diundnag langsung oleh Julius Caesar, perhitungan kalender baru disesuaikan dengan perputaran bumi mengelilingi matahari yakni sebanyak 365 seperempat hari seperti perhitungan orang Mesir Kuno. Guna menggenapkan hitungan seperempat hari menjadi satu hari, maka muncul saran untuk menambah satu hari pada bulan Februari yang terjadi setiap empat tahun sekali dan dikenal sebagai tahun kabisat.

Dengan diberlakukannya kalender 1 Januari secara resmi, setiap tanggal 31 Desember orang-orang Romawi menyambut pergantian tahun dengan meriah. Orang-orang saling bertukar kado dan menyambut tahun baru dengan berbagai hidangan mewah guna menghormati Dewa Janus yang merupakan simbol awal tahun baru. Rumah-rumah dihias dengan berbagai pernak-pernik dan lampu warna-warni yang menjadi simbol harapan dan cita-cita mereka untuk menyambut tahun baru yang penuh dengan warna dan keceriaan. Tak lupa mereka mempersiapkan hiasan koin-koin emas pada gambar Dewa Janus sebagai wujud permohonan agar di tahun yang baru selalu mendapat berkat dan keberuntungan. Pesta kembang api juga menjadai perayaan yang dilakukan untuk menyambut tahun baru.

Kalender Julian diterapkan dan dipakai oleh Bangsa Romawi Sebelum Masehi. Awal mula perhitungan tahun Masehi dihitung sejak kelahiran Nabi Isa Al-Masih dari Nazaret yang kemudian diadopsi oleh orang-orang Eropa Barat untuk menghitung peringatan Paskah berdasarkan pendirian Roma.

Di tahun 1582 Paus Gregory XIII yang berkedudukan tinggi sebagai pemimpin umat Katholik di Vatikan menyetujui adanya kalender Gregorian yang dimodifikasi dari kalender Julian. Pada tahun yang sama, Paus mengumamkan tanggal 1 Januari menjadi tahun baru pertama. Sejak saat itulah tahun baru disambut dengan meriah dan penuh suka cita oleh seluruh umat manusia diberbagai belahan dunia.

Pemerintah di setiap negara dari berbagai benua juga turut serta memberikan andil untuk perayaan tahun baru. Kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk menyambut tahun baru biasanya dengan memberikan cuti bersama yang mana dapat digunakan oleh para pekerja untuk berlibur dan menyambut tahun baru bersama dengan keluarga. Libur tahun baru yang berdekatan dengan perayaan momen Hari Natal juga ditunggu oleh umat Nasrani untuk melakukan ritual keagaamaan sekaligus memanfaatkan waktu bercengkrama bersama keluarga yang hanya bisa dilakukan setahun sekali.

Sayangnya, di masa pandemi kebijakan libur dan perayaan tahun baru masih menjadi polemik bagi pemerintah sebab bisa menjadi “buah simalakama”. Apabila pemerintah memberikan kelonggaran pada libur dan perayaan tahun dapat berpotensi meningkatkan angka penyebaran virus covid-19 sedangkan jika tidak memberi kelonggaran, momen tersebut adalah momen satu tahun sekali yang ditunggu oleh sebagaian besar orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button