Lifestyle

Akibat Erupsi Gunung Merapi Sumatera Barat, Jumlah korban Bertambah, Total 22 Jiwa

Akibat Erupsi Gunung Merapi Sumatera Barat, Jumlah korban Bertambah, Total 22 Jiwa

Gunung merapi yang berlokasi di Kabupaten Agam, Sumatra Barat merupakan salah satu gunung api yang masih aktif sampai kini telah mengalami erupsi secara mendadak pada pukul 14.54 WIB, Minggu (03/12/2023) mengakibatkan beberapa wilayah di sekitar Gunung merapi dilanda hujan abu vulkanik. Sejumlah 14 kecamatan di Kabupaten Agam menjadi korban dan beberapa pendaki juga menjadi korban. Data terbaru, Gunung Merapi masih berstatus waspada.

Berdasarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), ketinggian abu vulkanik dan awan panas (kolom) mencapai kurang lebih 3.000 m di atas puncak (5.891 m di atas permukaan laut).

Ketua Pos PGA Merapi PVMBG Ahmad Rifandi memaparkan bahwa awal mulai terjadinya erupsi Gunung Merapi pada pukul 14.54 WIB sampai pukul 23.59 WIB terekam 36 kali letusan Gunung Merapi dan 16 kali hembusan angin dahsyat, Minggu (03/12/2023).

Selanjutnya, pada hari Senin (04/12/2023) dari pukul 00.00 WIB sampai 06.00 WIB terekam 9 kali letusan dan 43 kali hembusan angin kencang. Bagian untuk ketinggian kolom belum dapat teramati karena tertutup awan.

Pos PGA Merapi menganjurkan masyarakat yang beraktivitas di sekitar Gunung Merapi, pendaki gunung dan wisatawan agar tidak mendekati 3 kilometer dari kawah. Masyarakat diharapkan mengikuti arahan dari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam agar selalu waspada terkait aktivitas Gunung Merapi

Korban jiwa akibat erupsi Gunung Merapi, Sumatra Barat (Sumbar) terus mengalami penambahan. Data terbaru hingga hari Selasa (05/12/2023) malam, korban meninggal akibat erupsi Gunung Merapi bertambah menjadi 22 orang yang sebelumnya hanya 7 orang.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono menyatakan bela sungkawa mengenai dua personel Polda Sumbar sedang melakukan evakuasi korban mejadi korban terdampak erupsi Gunung Merapi membuatnya meninggal di di tempat, kata Irjen Pol Suharyono, saat berada di RSUD Achmad Mochtar, Bukittinggi.

Irjen Pol Suharyono menambahkan, untuk korban anggota polisi yang berhasil selamat dari erupsi Gunung Merapi sudah berhasil dievakuasi dan dirawat oleh petugas kesehatan, relawan medis, dan Dokter secara intensif dan saat sini sudah diperbolehkan untuk kembali pulang. Untuk personel Polisi yang selamat dari insiden tersebut mengalami retak pada bagian tulang tangannya dan luka bakar yang tidak terlalu parah.

Sementara satu orang lagi bernama Brigadir Polisi Dua (Bripda) Muhammad Iqbal masih menunggu identifikasi terkait hasil forensic medis di tim DVI (Disaster Victim Identification) Polda Sumbar sehingga pihak keluarga masih berada di rumah sakit setempat. Dua orang personel polisi ini tidak terdeteksi karena tidak memerlukan izin formal untuk melakukan pendakian di Gunung Merapi, Sumatra Barat. Kedua personel ini mendaki gunung pada saat lepas dinas atau mengisi waktu liburannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button