Adobe Buat 3 Aplikasi Photoshop Berbasis Web

Sejak didirikan, Adobe fokus pada pembuatan perangkat lunak kreativitas dan multimedia, serta baru-baru ini berekspansi ke pembuatan perangkat lunak pemasaran digital.

Adobe paling terkenal karena ekosistem perangkat lunak web Adobe Flash, perangkat lunak penyuntingan foto Photoshop, editor grafis vektor Adobe Illustrator, Acrobat Reader, Portable Document Format (PDF), dan Adobe Creative Suite, serta suksesornya, Adobe Creative Cloud.

akahir-akhir ini Adobe sedang menguji versi online untuk Photoshop supaya bisa digunakan secara gratis oleh semua orang melalui situs resmi mereka.
Pengujian Photoshop versi online itu bisa dilakukan dengan mengakses situs resmi Adobe yang baru tersedia di Kanada. Layanan gratis itu disebut sebagai cara Adobe untuk memperkenalkan lebih banyak pengguna ke aplikasi Photoshop sekaligus menutup beberapa fitur eksklusif untuk pelanggan berbayar.

“Kami ingin membuat [Photoshop] lebih mudah diakses dan lebih mudah bagi lebih banyak orang untuk mencoba dan merasakan produk ini,” kata Maria Yap, VP digital imaging Adobe dikutip The Verge.

Adobe pertama kali merilis Photoshop versi web pada Oktober serta memberikan versi aplikasi yang disederhanakan dan dapat digunakan untuk dasar mengedit foto. Ada juga pembaruan layanan edit di web tapi tidak termasum fitur lengkap yang terdapat di aplikasi.

Dalam beberapa bulan setelahnya, Adobe telah membuat beberapa pembaruan pada layanan. Sebelumnya, seseorang harus membagikan halaman edit ke web dari aplikasi desktop, tetapi sekarang, pelanggan Photoshop mana pun dapat masuk dan memulai halaman edit baru langsung dari web.

Tujuan Adobe menggunakan versi web Photoshop gratis adalah untuk membuat aplikasi lebih mudah diakses dan berpotensi menarik pengguna yang ingin membayar untuk versi lengkapnya. Cara yang sama juga dilakukan di sejumlah aplikasi selulernya, termasuk Fresco dan Express.

Versi web Photoshop adalah penawaran yang sangat penting karena membuka salah satu alat perusahaan yang paling kuat hingga Chromebook, yang banyak digunakan di sekolah.

“Saya ingin melihat Photoshop bertemu pengguna di mana mereka berada sekarang. Anda tidak perlu mesin kelas atas untuk masuk ke Photoshop,” ujar Yap.

Adobe tidak memberikan informasi detail kapan versi freemium akan diluncurkan lebih luas. Sementara itu, perusahaan terus memperbarui Photoshop untuk web dengan lebih banyak tools, termasuk menyempurnakan refine edge, curves, doge dan burn tools, serta kemampuan untuk mengonversi Smart Object.

Adobe juga memberi pratinjau Filter Neural bertenaga AI baru hari ini yang akan hadir di Photoshop. Filter “restorasi foto” yang baru dapat mengambil foto yang sudah menguning dan secara otomatis membersihkan goresan dan mengembalikan sebagian warnanya.

Saat dikombinasikan dengan filter warna Adobe untuk menambahkan warna foto hitam-putih, kedua filter tersebut dapat dengan cepat menghidupkan foto lama, meskipun hasil akhirnya terlihat seperti kartun.

Selain Photoshop, aplikasi edit foto lain juga tersedia di internet. Berikut daftar situs edit foto selain photoshop seperti dikutip dari notebookcheck:

1. Fotor
Fotor adalah rangkaian pengeditan foto dan desain grafis untuk macOS, Windows, iOS, dan Android.

Meskipun ada versi berbayar, versi gratisnya memberi akses ke banyak fungsi pengeditan foto penting yang diperlukan untuk membuat penyesuaian pada gambar atau membuat beberapa grafik dasar.

Fotor juga mendukung pengeditan gambar RAW, yang penting bagi siapa saja yang ingin melakukan pengeditan gambar dengan serius.

Untuk versi gratisnya, Fotor hadir dengan iklan, dan beberapa fitur yang dikunci. Versi gratisnya menyertakan fitur seperti cloning tool, distortion correction, dan batch editing. Secara keseluruhan, Fotor bisa menjadi aplikasi yang baik untuk mengedit foto secara sederhana.

2. Pixlr X dan Pixlr E
Pixlr X adalah aplikasi edit foto yang lebih sederhana, sedangkan Pixlr E adalah versi yang lebih rumit. Keduanya adalah aplikasi foto yang bisa memanipulasi foto dan paket aplikasi desain grafis yang menawarkan versi gratis berfitur lengkap.

Seperti Fotor, Pixlr E dan Pixlr X juga memuat iklan. Versi langganan dibutuhkan untuk membuka sejumlah fitur tambahan.

Yang mengejutkan, Pixlr E sangat luar biasa untuk ukuran aplikasi edit foto gratis. Pixlr E menawarkan dukungan layer yang cukup dan blending modes yang berbeda-beda. Pixlr E juga punya riwayat edit dan opsi penyesuaian RAW Image yang solid.

Template yang disediakan Pixlr untuk media sosial adalah salah satu nilai plus jika dibandingkan fitur-fitur yang telah disebut sebelumnya.

3. GIMP dan RawTherapee
GNU Image Manipulation Program (GIMP) adalah aplikasi edit foto open source dengan kemampuan lengkap kekinian. Namun interface di dalamnya membuat GIMP terlihat seperti aplikasi tahun 1998.

GIMP memiliki dukungan layer berfitur lengkap, rangkaian kuas yang komprehensif untuk melukis, manipulasi dan retouching foto dasar yang canggih dengan slider dan mask, serta fitur manajemen file.

Aplikasi GIMP memang tidak menarik secara tampilan. Namun fitur-fitur yang dimilikinya setara dengan yang diberikan oleh Photoshop.

Yang perlu diingat ketika memakai GIMP adalah aplikasi pemrosesan RAW seperti Raw Therappee. Itu dibutuhkan jika pengguna GIMP ingin memasukan file bertipe RAW.

RawTherapee adalah program open source yang bertenaga. Aplikasi tersebut membantu pengguna mengedit foto dengan cara yang terbaik. Seperti GIMP, interface RawTherapee tidak akan membuatnya memenangkan penghargaan.

Namun, RawTherapee akan menuntaskan pekerjaan penggunanya, yang memilih fungsi dan tidak masalah jika harus mengeksplorasi lebih jauh alat-alat yang ada di dalamnya.